Pilkada Usai, Polisi Lanjutkan Kasus Danny Diduga Fitnah JK

Dikonfirmasi Humas Polda Sulsel

Pilkada Usai, Polisi Lanjutkan Kasus Danny Diduga Fitnah JK
Moh. Ramdhan Pomanto. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali melanjutkan proses penyelidikan perkara dugaan pencemaran nama baik oleh Moh. Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).


Penyelidikan Polda Sulsel sempat ditunda karena Danny Pomanto sebagai terlapor dalam kasus ini, merupakan kontestan Pilkada Makassar 2020.


"Sudah berjalan namun masih lidik untuk mencukupi data dukungnya, yang kemudian akan naik sidik. Data dukungnya itu, keterangan dan petunjuk-petunjuk, itulah yang dilidik," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo saat dihubungi KABAR.NEWS, Jumat (11/12/2020)


Polisi sementara mendalami bukti-bukti yang disodorkan keluarga JK, termasuk rekaman suara diduga suara Danny yang menyebut JK sebagai dalang penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo. "Benar, termasuk itu," ungkap Ibrahim Tompo.


Namun, Ibrahim mengaku penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel belum menjadwalkan pemanggilan terhadap calon wali kota terpilih versi hitung cepat tersebut. "Nanti kita infokan," singkatnya.


Sementara, kuasa hukum keluarga JK, Yusuf Gunco atau Yugo menyerahkan penuh proses hukum kepada polisi sesuai dengan prosedur pemeriksaan yang berlaku.


Selain bukti rekaman suara yang disodorkan ke polisi, Yugo berencana akan menyertakan bukti-bukti lain untuk menguatkan laporan tersebut.


"Itu saja dulu (bukti rekaman suara), nanti ada bukti saksi yang kita akan hadapkan," ucapnya via telepon kepada KABAR.NEWS.


Sebelumnya, Danny selaku terlapor atas kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap JK, mengatakan ucapannya dalam rekaman itu diklaim sebagai konsumsi pribadi saat berdiskusi.


Persoalan tersebut menurutnya, diulas di majalah nasional (Gatra) yang menyoroti Ihwal keterkaitan antara JK, Anies Baswedan, dan Rizieq Shihab. Bahkan kata Danny, pembahasan tersebut sudah jadi rahasia umum dan telah dibahas di koran nasional.


"Mereka tanya (Laskar Merah Putih) dan itu adalah pandangan private yang bukan untuk dipublikasi yang kemudian direkam oleh seseorang yang ternyata diidentifikasi adalah pihak tertentu," ucap Danny di kediamannya di Jalan Amirullah, Makassar, Rabu (9/12/2020).


Bahkan, Danny menilai pihak yang menyebar tersinggung dan melaporkan rekaman dirinya adalah pihak yang sama. Menurut dia, rekaman tersebut adalah murni opini pribadi yang dilindungi undang-undang.


"Jadi sebenarnya siapa yang korban? Saya tidak bermaksud menghina atau memfitnah siapapun. Tidak ada, ini adalah pandangan bebas sebagai warga negara yang dilindungi undang-undang di dalam rumahnya," papar Danny


"Di warung kopi pun itu tidak apa-apa, sudah biasa kecuali mempublikasikan di ruang publik, sengaja dipublikasi, sama dengan kasus-kasus yang banyak terjadi," tandas Danny.


Penulis: Reza Rivaldy/A