Pilkada Torut: Tim Rindu Laporkan Etha Diduga Kampanye di Gereja

Laporan ke-4 yang dilayangkan ke Bawaslu

Pilkada Torut:  Tim Rindu Laporkan Etha Diduga Kampanye di Gereja
Koordinator Tim Hukum Rinto-Pasodung, Jhony, usai melaporkan Etha Rimba ke Bawaslu Torut. (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Tim hukum pasangan calon Bupati Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Yosia 
Rinto Kadang - Yonathan Pasodung (Rindu) melaporkan calon wakil bupati Etha Rimba P. Tandi Payung ke  Bawaslu atas dugaan pelanggaran pilkada.

Eta Rimba merupakan calon wakil Bupati Torut dari petahana Kalatiku Pambonan. Tim hukum Rindu juga melaporkan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang diduga melanggar netralitas dengan hadir dalam kampanye paslon nomor urut 3 itu.


"Kehadiran seorang ASN juga tenaga honorer dalam kegiatan kampanye tersebut jelas melakukan sebuah pelanggaran," ujar Koordinator Tim Hukum Rindu, Y. Jhody di Posko Pemenangan Rindu, Rantepao, Rabu (11/11/2020) malam.


Menurut Jhody, Etha Rimba telah dilaporkan ke Bawaslu Torut pada Rabu kemarin. Dia diduga menggunakan rumah ibadah untuk kegiatan politik.


"Kami mempunyai beberapa bukti foto yang beredar di media sosial, terkait ASN yang diduga Lurah Pangli juga bukti Cawabup nomor urut 3 yang berkhotbah di Gereja, sementara aturan yang ada tempat ibadah dilarang untuk kegiatan politik," terang Jhody.


Jhody mengklaim bahwa masyarakat Torut telah mengetahui jika Cawabup Etha Rimba tidak pernah melakukan kegiatan khotbah di Gereja-gereja Toraja sebelumnya. 


Hal itu tidak akan dipersoalkan, jika memang Eta Rimba telah terlibat dalam kegiatan khotbah di gereja sebelum pelaksanaan pilkada.


Dengan melaporkan ke Bawaslu, Jhody mengimbau kepada tokoh agama, agar memperhatikan aturan karena agama tidak boleh dibawa-bawa dalam berkampaye.


Selain kepada tokoh Agama, kata Jhody, pihaknya juga mengimbau Bawaslu sebagai wasit dalam pilkada agar bersikap tegas, jangan tebang pilih dalam menegakkan aturan. Ini merupakan laporan ke-4 tim Rindu ke Bawaslu Torut.

Sementara Ketua PSI Torut, Terry Banty menambahkan Oknum ASN  yang ada dalam kegiatan paslon nomor urut 3 Cawabup dapat dikatakan telah melanggar aturan. Cawabup nomor urut 3 pun diduga melanggar karena menggunakan rumah ibadah sebagai tempat berkampanye.


"Beberapa oknum ASN di Torut belum paham aturan, tak hanya itu, calon wakil bupati Eta pun diduga telah melakukan rumah ibadah sebagai bahan kampanye. Diketahui bersama rekam jejak Eta di medsos untuk melayani, padahal dirinya melekat seorang Paslon." terang Terry.


Dikatakan Terry bahwa PSI mendorong Torut menjadi Pilkada damai sekaligus menghimbu BPS Gereja Toraja untuk netral dan tidak menjadikan Gereja sebagai alat berkampanye.


Penulis: Febriani/B