Pilkada Takalar 2024: Jalan Terjal Bagi Syamsari dan Peluang Bagi Kubu Bur

Analisa Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia

Pilkada Takalar 2024:  Jalan Terjal Bagi Syamsari dan Peluang Bagi Kubu Bur
petahana Bupati Takalar Syamsari Kitta






KABAR.NEWS, Takalar - Bila tak ada aral melintang maka Pilkada Takalar akan digelar pada 2024, masuk pada Pilkada Serentak Sulsel di tahun itu. Sejumlah nama-nama muncul dan diprediksi bakal maju pada kontestasi lima tahunan tersebut. Seperti petahana Bupati Takalar Syamsari Kitta, Ahmad Daeng Sere yang tak lain petahana Wakil Bupati Takalar, Fachruddin Rangga, Natsir Ibrahim, Hengky Yasin, Yusuf Gunco, Hamka B Kadi, termasuk mantan Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin juga masuk radar. 

Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Amir menilai Pilkada Takalar masih menjadi ajang pertarungan antara petahana Syamsari versus kubu Burhanuddin Baharuddin (Bur) yang ditaklukan pada pilkada 2017 lalu. 

Dia menilai petahana Syamsari bakal berhadapan lagi dengan kubu Bur yang kemungkinan besar mendorong Fachruddin Rangga. Sebab persaingan selama 10 tahun terakhir masih terasa persaingan dua kubu politik tersebut.  

"Di Takalar kedua kubu ini yang masih kuat basis-basis elektoralnya. Apalagi jika Fachruddin Rangga yang didorong maju melawan petahana Syamsari Kitta, tentu jauh lebih dinamis. Sebab Rangga pengendali tim utama kubu Bur 2012 dan 2017 lalu, " ujar Suwadi, Minggu (28/3/2021) dalam keterangan resminya.

Suwandi mengatakan Rangga yang merupakan anggota DPRD Provinsi Sulsel dua periode ini adalah figur yang sangat diperhitungkan sebab cukup mampu merawat basis-basis massa Bur dan basis pendukungnya sendiri. 

Sekedar informasi Burhanuddin Baharuddin pernah jatuhi hukuman penjara 3 tahun 8 bulan atas perkara penjualan lahan negara pada Juli 2018 lalu oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar.  

Semenatara Syamsari, kata Suwandi, walaupun berstatusnya inkumben tetap masih perlu kerja keras di Pilkada nanti. Kurangnya pembangunan di era Syamsari dianggap melemahkan ketua Partai Gelora Sulsel tersebut. 

Selain itu, periodenya akan berakhir pada 2022, tahun depan dan jabatan kepala daerah di Takalar akan dikendalikan oleh penjabat bupati hingga pelaksanaan Pilkada 2024 secara serentak di Sulsel. "Kondisi makin mengurangi kekuatan Syamsari Kitta," tandas Suwadi.

Meski begitu, Rangga dan Syamsari dianggap tetap perlu mewaspadai sosok Hengky Yasin dan Ahmad Dg Sere yang berpotensi muncul sebagai kuda hitam.

"Apalagi jika Hengky Yasin dan Ahmad Dg Sere berpaket tentu harus di hitung oleh Rangga dan Syamsari," pungkasnya.

Penulis: Akbar Razak/B