Skip to main content

Pilkada Barru, Pengamat : Dua Klan Besar Sulit Ditumbangkan

bakal calon
Pilkada Serentak 2020

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Jelang Pilkada Barru 2020, sejumlah nama bakal calon Bupati mulai bermunculan. Diantara mereka, selain tokoh masyarakat dan politisi terdapat juga nama anak mantan Bupati yang berkuasa 10 tahun di pemerintahan kabupaten ini. 
 

Mereka adalah Salahuddin Rum, anak dari mantan Bupati Barru Muhammad Rum dan Andi Mirza Riogi yang juga merupakan anak mantan Bupati Barru Priode, Andi Idris Syukur. 

 

Kemudian Ketua DPC PKB Barru, Aksan Kasim, tokoh masyarakat, Andi Rahmat, dan Malkan Amin dan tak luput juga nama Bupati Barru Suardi Saleh.

 

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Prianto menilai dinamika politik di Barru tidak seperti daerah lainnya di Sulsel yang telah banyak mengalami perubahan. 

 

Menurutnya daerah lain sudah mengalami pergantian elit penguasa dan kekuatan politik mulai tersebar di berbagai jejaring politik yang baru. 

 

"Kekuatan politik di Barru, masih terpusat pada klan-klan politik tertentu, yang secara bergiliran menguasai panggung kekuasaan. Klan-klan politik dominan ini seperti berlomba melakukan regenerasi kekuasaan politiknya,"jelasnya.

 

Klan itu pun kata dirinya masih akan menjadi peluang untuk mengusung generasinya pada Pilkada Barru 2020 yang akan datang, persaingan dua klan besar, yakni klan Bau Rum dan klan Idris Syukur. 

 

Menurutnya klan ini sulit ditumbangkan bahkan telah melekat dalam tubuh masyarakat Barru.

 

Sementara Suardi Saleh menduduki jabatan Bupati Barru hanya karena faktor non-politik. Idris Syukur terjerat kasus korupsi hingga digantikan oleh wakilnya Suardi Saleh saat itu.

 

"Disini ada keuntungan tersendiri bagi Bupati incumbent, yang mana saat ini bisa menjadi figur pembeda, kalau mampu membangun gerbong politik sendiri tanpa harus berkoalisi dengan kekuatan Bau Rum atau Andi Idris, tapi harus memiliki kekuatan Politik besar," kata Luhur.

 

Meski demikian, Luhur menilai banyaknya bakal calon pada Pilkada Barru 2020 mendatang justru menguntungkan, karena akan banyak pilihan. 

 

"Ini akan semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Barru, karena warga punya banyak alternatif dalam memilih Pemimpin, yang akan membawa Barru lima tahun kedepannya," katanya.

 

Hanya saja, kata dia, tantangannya adalah bagaimana kandidat memasarkan dirinya dan membangun kedekatan dengan calon pemilihnya. 

 

"Bagi para kandidat pendatang baru, tentu hal ini bukan perkara mudah, mereka harus punya diferensiasi dalam membangun brand politik, " kata Luhur.

 

Luhur juga memberi catatan bahwa jangan sampai Pilkada Barru dimeriahkan oleh kandidat-kandidat “Tomanurung”, seperti orang tiba-tiba turun jatuh dari langit. 

 

Figur yang tidak lahir dari dinamika sosial politik lokal serta tidak berpengalaman dalam interaksi di ruang publik. Mereka pun tdk punya gagasan kemajuan untuk daerah ini. 

 

"Memimpin Barru, tidak cukup hanya mengandalkan biaya politik besar, yang rawan di kendalikan para bandar atau cukong politik," ujarnya. 

 

Arsyad/B

 

 

loading...