Skip to main content

Pihak Sekolah Minta Polisi Usut Tuntas Robohnya Menara BTS XL Axiata

Pihak Sekolah Minta Polisi Usut Tuntas Robohnya Menara BTS XL Axiata
Kondisi terakhir bangunan sekolah SDN 240 Baddo-baddo (KABAR.NEWS/Fahrul) 

KABAR.NEWS, Maros - Polisi masih menyelidiki insiden robohnya menara Base Transceiver Station (BTS) yang menimpa bangunan Sekolah Dasar Negeri 240 Baddo -Baddo Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, hingga menyebabkan 7 siswa dan seorang guru mengalami luka-luka.

 

Kepala sekolah SDN 240 Baddo-baddo Hj. Nurmiati mengatakan, akibat kejadian tersebut pihak sekolah untuk sementara terpaksa menghentikan aktivitas belajar-mengajar. 

 

"Aktivitas belajar dihentikan hari ini, tapi besok sekolah tetap berjalan seperti biasanya, hanya saja siswa yang masih trauma boleh tetap di rumah" ujar Nurmiati, ditemui KABAR.NEWS di SDN Baddo-Baddo, Selasa (13/8/2019). 

 

Nurmiati juga berharap, agar kepolisian bisa segera menemukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. 

 

"Kami dari pihak sekolah mengharapkan agar pemilik tower bisa bertanggung jawab atas kejadian ini, dan juga saya berharap anak-anak yang mengalami luka bisa segera membaik," pintah Nurmiati. 

 

Sementara itu beberapa korban saat ini masih dirawat di rumah sakit di antaranya, Khadija Rafa Nur dan Adinda Sri rahmayani kelas 4 serta Abrisan Bangga Abrani kelas 3, yang mengalami luka parah dikepala sehingga harus dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

 

Selain itu, Febriani Putri Boli kelas 6 masih dirawat secara instensif di RS TNI AU Dody Sarjoto. Muhammad Sultan, Risa wahyuni dan Nur Wahyi kelas 6 serta seorang guru Feronika Tanda hanya mengalami luka ringan dan sudh pulang ke rumah masing-gmasing.

 

Diketahui, menara BTS yang rubuh di SDN Baddo-Baddo Maros tang terjadi pada Selasa (13/8/2019) adalah milik operator telekomunikasi PT XL Axiata.


Fahrul