Petunjuk Video dan Bantuan Polda Sulsel Diharap Ungkap Kematian Warga Jeneponto

*Warga Kelara yang diduga dianiaya

Petunjuk Video dan Bantuan Polda Sulsel Diharap Ungkap Kematian Warga Jeneponto
Ilustrasi mayat korban pembunuhan. (iStockphoto)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Penyebab kematian pria bernama Yasa warga Kampung La'langbonia, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Sulawesi Selatan, hingga saat ini belum terungkap. Polisi masih melakukan penyelidikan.


Petunjuk terbaru polisi untuk mengungkap kematian pria 45 tahun tersebut adalah sebuah rekaman video. Pada tayangan video itu, Yassa terlihay dianiaya hingga tewas.


Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Jeneponto Aipda Syahrir menjelaskan, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan terhadap beberapa saksi namun mereka beralasan dengan kesibukan.


"Mereka sibuk segala macam, akhirnya kita datangi dan periksa di polsek tapi keterangan itu pada intinya tidak mengetahui sama sekali peristiwa pembunuhan tersebut," ujar Aipda Syahrir kepada KABAR.NEWS di Jeneponto, Kamis (6/1/2022).


Ia pun menyebut satu-satunya jalan untuk mengungkap kasus itu pihaknya ingin memulai penyidikan dari video yang beredar dengan meminta back-up dari Polda Sulsel.


"Jadi untuk penyidikan dalam kasus pembunuhan itu, kita masih menunggu informasi dari Polda," ucap Riri sapaannya. Terkait waktu yang dibutuhkan kata dia, diperkirakan 1 hingga 2 minggu ke depan.


"Karena kemarin kita baru kirim permintaan ke Polda mungkin 1 hingga 2 hari ini sudah ada tembusan balasan dari Polda," jelasnya.


Ditanya soal lambannya penanganan kasus ini, ia mengklaim masalah video yang beredar pihaknya tidak mempunyai kemampuan untuk menelusuri kebenaran video tersebut.


"Sekarang seluruh saksi yang ada itu tertutup atau tidak ingin memberikan keterangan. Kan ada video yang beredar sehingga kita memulai penyidikan dari situ. Maka dari itu, kita minta bantuan ke Polda," ungkapnya.


Tak hanya itu, polisi juga belum bisa memeriksa pelapor atau korban yang mengaku ternaknya nyaris dicuri oleh Yasa sebelum ditemukan tewas pada Minggu, 5 Desember 2021.

"Kami tidak mau memeriksa dulu takutnya kalau kami periksa lalu kami pulangkan maka akan muncul komplain, loh kok bisa dipulangkan jadi nantinya kita akan memanggil pelapor apabila kasus ini sudah jelas," terang Aipda Syahrir.


Polisi juga memastikan jika video yang sempat beredar sebelumnya itu adalah Yasa. "Si korban, iya betul karena jelas itu, saya juga melihat," pungkasnya.


Video Pembunuhan Yasa Sempat Beredar


Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar luas di media sosial, terlihat pria bernama Yasa dianiaya hingga meninggal dunia dengan cara dilempari sejumlah benda tumpul.


Ada banyak suara dalam video tersebut. Yasa terdengar berteriak sambil memohon ampun ketika dilempari batu.


"Oh kodong, ommale," teriak Yasa dalam video yang diterima KABAR.NEWS, Jumat (7/1/2022).


Namun teriakan Yasa justru tak dihiraukan oleh segerombolan orang yang diduga melakukan aniaya. Peristiwa pembunuhan ini terjadi di malam hari.


Suara batu dan teriakan lantang dari pelaku terus berkumandang. Ada banyak luka yang dialami Yasa. Terlihat ada bercak darah di wajahnya. Yasa terus dilempari batu sambil tubuhnya diterangi menggunakan senter hingga tewas.


"Mate tonjako naung. Tena mi intu pekerjaan maraeng?" kata pria yang diduga ikut menghabisi nyawa Yasa.


Keesokan harinya, pada Minggu, 5 Desember 2021, mayat Yasa ditemukan tergeletak di lokasi pembunuhan itu. Dari foto yang diterima KABAR.NEWS, ada banyak batu di sekitar Yasa. Ada juga ketapel lengkap dengan anak busurnya.


Penulis: Akbar Razak/B