Peserta Isolasi Apung Makassar akan Terima Bantuan Sembako

Jumlahnya 30 ribu paket

Peserta Isolasi Apung Makassar akan Terima Bantuan Sembako
Sejumlah peserta isolasi mandiri mengiktui senam di Kapal Umsini yang berlayar di perairan Kota Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, menyiapkan 30 ribu paket sembako untuk keluarga pasien yang mengikuti isolasi mandiri (Isoman) Covid-19 di Kapal Umsini.


Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto mengatakan, bantuan sembako tersebut sebagai jaminan agar warga yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan berniat ikut Isoman di Umsini.


"Untuk keluarganya di rumah dapat karena itu masuk dalam aturan. Kita maksimalkan aturan surat instruksi Mendagri. Khusus untuk yang 30 ribu (paket) Insya Allah akan (diberikan) bagi yang isolasi apung. Yang mau per tiga hari kita kasih sembako di rumahnya. Jadi kalau (yang) isolasi pasti dapat," kata Danny sapaan Ramdhan Pomanto di Balai Kota Makassar, Senin (23/8/2021).


Meski peserta Isoman di Kapal Umsini bukan kepala keluarga, Pemkot Makassar tetap menjamin keluarga pasien yang tinggal di rumah akan tetap mendapat bantuan sembako.


"Walaupun bukan kepala keluarga yang diisolasi yang penting ada di situ isolasi terdampak," kata Danny.


Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Rusmayani Masjid mengatakan, satu paket bantuan sosial akan bernilai Rp198 ribu. Paket bantuan sosial tersebut berisi 10 kg beras, 2 liter minyak, 2 kilogram gula pasir dan 15 bungkus mie instan.


Dia menjelaskan, paket bantuan tersebut telah melalui proses pemilahan yang melibatkan sejumlah pihak.


"Dipilih itu karena kita sengaja lebih banyak beras, karena proses pemilihan itu kita melibatkan aparat penegak hukum baik itu dari kejaksaan, polisi, KPPU, BPKP, Inspektorat dan dinas sendiri," jelas Rusmayani.


Dinsos Makassar sangat mempertimbangkan isi paket sembako tersebut agar tak menjadi temuan pelanggaran hukum seperti kasus bansos sebelumnya.

"Kita tidak pakai ikan kaleng karena yang Covid-19 yang kemarin menjadi kasus terbesar ikan kaleng," pungkasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B