Perpanjang PPKM di Makassar, Pj Rudy: Covid Tidak Tidur

Diperpanjang sampai 9 Februari

Perpanjang PPKM di Makassar, Pj Rudy: Covid Tidak Tidur
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penularan Virus Corona atau Covid-19.


Hal ini tertuang dalam Surat Edaran No 003.027 26/ 8,Edar/Keebangpol/I/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Covid 19 di Kota Makassar. Dalam surat itu, perpanjangan pembatasan kegiatan di Makassar berlaku mulai hari ini, 26 Januari sampai 9 Februari 2021.


Merujuk dalam aturan PPKM di Makassar, jam operasional kini dibatasi hingga pukul 22.00 WITA. Kebijakan ini berlaku untuk fasilitas umum, toko, mal, kafe, warung kopi (Warkop), rumah makan, dan game center.


Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengatakan pihaknya kembali memperpanjang PPKM karena terjadi penurunan kasus Covid-19 beberapa minggu belakangan. 

"Ini kan sudah mulai kelihatan ada pengendalian, sudah mulai kelihatan menurun, baik korban meninggal maupun yang terpapar, "ucap Rudy di Rujab Wali Kota Makassar, Selasa (26/01/2021).


Berdasarkan data resmi Pemkot Makassar per Minggu (24/1/2021), kasus positif aktif di Makassar berjumlah 6.199 atau terjadi penambahan 2.000 lebih kasus sejak 4 Januari 2021. Adapun total konfirnasi positif di Makassar sebanyak 21.831.


Kendati demikian, Pemkot Makassar akan terus melakukan evaluasi dalam penerapan PPKM ini. Olehnya itu, ia memutuskan tetap mempertahankan kebijakannya tersebut demi pengendalian Covid-19. 


"Maka di akhir nanti kita kaji kembali efektivitas, kalau ini secara nyata memberikan sumbangan perbaikan, nah kita coba pertahankan dulu. Kalau itu memberikan efektivitas sekarang kita akan bahas, kalau dihentikan apa efeknya, supaya jangan terjadi peningkatan kembali," paparnya


Terkait banyaknya komentar, yang menganggap pembatasan ini tidak efektif, Rudy membantah. Guru besar Fakultas Teknik Univeristas Hasanuddin ini mengklaim potensi penularan Corona bisa ditekan dengan kebijakan PPKM.


"Covid-19 itu kan tidak tidur, itu 24 jam. Jadi kalau kita memperpendek aktifitas orang, sama halnya memperkecil peluang dia berpindah, kan begitu logika berpikirnya," tandas Rudy.

Penulis: Fitria Nugrah Madani/A