Skip to main content

Perkara Korupsi Jembatan Bosalia, Legislator NasDem Jeneponto Belum Disidang

kabar.news
Proyek pembangunan jembatan bosalia yang terletak di Kelurahan Sidendre, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak).
 

 

 

 

KABAR.NEWS, JENEPONTO - Berkas perkara tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan bosalia di Kabupaten Jeneponto telah rampung. Sehingga Penyidik Polres Jeneponto telah menyerahkan berkas 5 tersangka dan barang bukti berupa Dokumen Negara ke Kejari pada Jum'at (7/8/2020), sekira pukul 11.00 WITA.

 

Salah satu dari 5 tersangka tersebut adalah Mantan Kadis PUPR Jeneponto, Abdul Malik. Abdul Malik tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) bersama 4 rekannya.  Abdul Malik juga disebut penyidik selaku pengguna anggaran dalam perkara tersebut.


Berita terkait: Kasus Jembatan Bosalia, Eks Kadis PUPR Jeneponto Diserahkan ke Jaksa


Selain merupakan mantan Kadis PUPR Jeneponto,  Abdul Malik juga saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Jeneponto dari Fraksi Nasdem. Perkara dugaan korupsi Abdul Malik sendiri belum naik ke meja hijau. Padahal, empat orang tersangka lainnya sudah menjalani masa persidangan di PN Jeneponto.

 

Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Saud Malatua mengatakan, pihaknya memang belum melimpahkan berkas tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Jeneponto.

 

"Belum dinda," singkatnya saat dikonfirmasi KABAR.NEWS lewat pesan WhatsApp, Sabtu (8/8/2020) malam.

 

Alasan Kejari, lantaran pihaknya baru menerima tersangka pada Jumat kemarin.

 

"Baru menerima tsk (tersangka) hari Jumat kemaren dinda," terangnya.

 

Saud juga mengaku, bahwa dirinya juga belum mengetahui secara pasti kapan berkas perkara tersebut akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri  (PN) Jeneponto.

 

"Kalau akhir-akhir ini kita belum tahu lah, tapi segera lah mas," tandasnya.

 

Diketahui, kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan bosalia menyeret 5 orang tersangka.


Baca juga: 5 Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan Bosalia Jeneponto Tak Ditahan


Mereka adalah, Andi Sumardin (Bendahara), Armas Aidil (selaku PPTK), Rahmat Mahmur (selaku PPTK),  M Takko (selaku pelaksana kegiatan) dan Abdul Malik (selaku pengguna anggaran).

 

"Kelimanya tidak dilakukan penahanan," ucapnya.

 

Kendati demikian, 4 tersangka lainnya saat ini telah menjalani masa persidangan di Pengadilan Negeri Jeneponto. Selasa depan, keempat tersangka juga akan menjalani masa sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

 

"Empat tersangka itu adalah Andi Sumardin, Armas Aidil, Rahmat Mahmur, M Takko. Karena yang empat ini sudah berlangsung masa persidangan, nanti hari selasa depan, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi," katanya.

 

Saud mengungkapkan, penggunaan anggaran proyek pembangunan jembatan bosalia tersebut  pada tahun 2016, namun dalam proses pengerjaannya terbengkalai. Sehingga kerugian negara ditaksir Rp669 juta.

 

"Penggunaan anggaran proyek pembangunan jembatan bosalia tahun anggaran 2016, dan kerugian sebesar Rp669 juta," pungkasnya.

 

 

  • Penulis: Akbar Razak/B

 

Flower

 

loading...