Skip to main content

Perkara Ini Jerat Erwin Hayya Jadi Tersangka Korupsi

ERWIN HAYYA
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Erwin Syafruddin Hayya. (INT)


KABAR.NEWS, Makassar - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Erwin Syafruddin Hayya, resmi ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh Penyidik Subdit III Tipikor Polda Sulawesi Selatan.

 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani dalam rilis resminya, Selasa (23/1/2018) siang. "Hasil gelar perkara Ditreskrimsus Polda Sulsel menetapkan kepala BPKAD, Erwin Syafruddin Hayya sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi," jelas Dicky Sondani.

 

Dicky menyebut, Erwin Hayya terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana Korupsi oleh Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara, yang turut serta dalam pengadaan barang dan jasa, yang diurusnya di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar.

 

Juru bicara Polda Sulsel ini juga menambahkan, Erwin ditetapkan sebagai tersangka Tipikor, karena turut serta dalam pengadaan ATK dan makan minum di lingkungan BPKAD. "Erwin sebagai PPK dan KPA tidak menjalankan tugas pokoknya," jelasnya.

 

Sebelumnya, Dicky Sondani menegaskan, Erwin ditetapkan sebagai tersangka, bukan terkait kasus dugaan korupsi pohon Ketapang Kencana atau kasus Kerajinan Sanggar Lorong UMKM, tetapi penetapan ini sebagai kasus baru.

 

"Ini kasus baru lagi, soal kasus dugaan korupsi pengadaan di Makassar. Nanti kita akan rilis secara rinci kasus terkait penetapan ini," jelas perwira polisi tiga bunga ini.

 

  • Lodi Aprianto