Peringatan PBB: Jutaan Penduduk Yaman Terancam Mati Kelaparan

Imbas kebijakan perang Amerika Serikat

Peringatan PBB: Jutaan Penduduk Yaman Terancam Mati Kelaparan
Kondisi satu keluarga di kamp pengungsi Al Dhale'e akibat konflik di Yaman. (United Nations)

KABAR.NEWS, Sana'a - Penduduk Yaman terancam menghadapi krisis kelaparan terburuk akibat peperangan yang berkecamuk di negara itu. 


Kekhawatiran itu disampaikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Menurutnya, Yaman dalam bahaya kelaparan paling mengerikan yang pernah terjadi di dunia selama beberapa dekade terakhir.

Peringatan Guterres datang saat Amerika Serikat mengancam akan memasukkan kelompok Houthi, yang merupakan sekutu Iran di Yaman, sebagai bagian dari kampanye untuk menekan Teheran secara maksimal. 


Langkah AS menjadikan Houthi sebagai alat menekan Iran, dikhawatirkan relawan kemanusiaan PBB akan memperburuk distribusi bantuan makanan ke Yaman.


"Saya mendesak semua orang yang berpengaruh untuk segera bertindak dalam masalah ini untuk mencegah bencana, dan saya juga meminta semua orang menghindari tindakan apa pun yang dapat membuat situasi yang sudah mengerikan menjadi lebih buruk," kata Guterres dalam sebuah pernyataan yang dikutip Middle East Monitor, Jumat (20/11/2020).


Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer di Yaman pada 2015 dan mendukung pasukan pemerintah yang memerangi kelompok Houthi. 


PBB mencoba menghidupkan kembali pembicaraan damai untuk mengakhiri perang karena penderitaan negara itu juga diperburuk oleh jatuhnya ekonomi dan mata uang serta pandemi Covid-19.


"Jika tidak ada tindakan segera, jutaan nyawa mungkin hilang," kata Guterres.


Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan 80 persen orang membutuhkan bantuan.