Perempuan 40 tahun Jadi PSK Prostitusi Online di Bantaeng

Layani pelanggan di Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba

Perempuan 40 tahun Jadi PSK Prostitusi Online di Bantaeng
Kapolres Bantaeng, Sulsel, AKBP Rachmat Sumekar (kedua kiri) saat merilis perkara prostitusi online. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Bantaeng - Polisi menangkap dua terduga pelaku prostitusi online di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Keduanya muncikari bernisial AA (26) dan S (26). Satu perempuan berusia 40 tahun diduga PSK ikut diamankan.


"Jadi kemarin kita amankan dua pelaku mucikari, di salah satu hotel yang ada di Bantaeng. Modusnya mereka itu menggunakan aplikasi, dan salah satu pelaku menawarkan diri sendiri," ujar Kapolres Bantaeng AKBP Rachmat Sumekar saat konferensi pers di Mapolres Bantaeng, Kamis (1/4/2021).


Dia menyebutkan, bahwa kedua pelaku tersebut ditangkap setelah anggota kepolisian menyamar dengan modus ingin transaksi. 


Usai transaksi, polisi kemudian menangkap perempuan diduga PSK bersama dua muncikari tersebut. Dan satu orang perempuan diduga PSK juga diamankan. 


"Modus-nya dua wanita ini setelah sebelumnya berkomunikasi untuk janjian transaksi di Hotel dengan tarif Rp1 juta," beber Rachmat.

Menurut Rachmat, perempuan yang dijajakan berinisial merupakan warga Kabupaten Gowa berinisial HS. Sementara tarif yang ditawarkan untuk satu kali kencan sebesar Rp1,9 juta. 


"Tarifnya Rp1 juta 900 ribu saat melakukan transaksi," terangnya.


Bisnis gelap ini beroperasi di tiga daerah, yaitu, Jeneponto, Bulukumba dan Bantaeng. Muncikari ini menggunakan salah satu aplikasi online pada saat menawarkan jasa kepada laki-laki hidung belang.


Lebih lanjut kata Rachmat, pelaku prostitusi yang dua orang sudah ditetapkan menjadi tersangka sejak kemarin.


Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa satu orang lainnya yang turut diamankan, yaitu perempun atau korban yang sedang menunggu di dalam kamar salah satu hotel di Bantaeng.


"Jadi, total yang diamankan berjumlah tiga orang. Dua muncikari, satu lainnya perempuan penjaja seks komersial," paparnya.

Dari penangkapan ini, polisi menyita empat unit HP, uang Rp2.250.000. Mucikari tersebut, kata Kapolres, melanggar pasal 506 KUHP tentang prostitusi dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.


Penulis: Akbar Razak/B