Skip to main content

Perang Dagang Amerika-China Redah, Rupiah Menguat

ndqs
Ilustrasi. (Int)

KABAR.NEWS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada siang ini, Rabu (21/8/2019) bergerak positif di posisi Rp.14.268. 

 

Angka tersebut menguat 0,2 persen dibanding pembukaan pagi tadi yang di mana rupiah melemah 0,01 persen di posisi Rp14.270 per dolar AS.

 

Walaupun pergeserannya kecil, namun hal ini dapat dinilai positif karena berbeda dari Indonesia, beberapa negara Asia justru mengalami pelemahan nilai mata uang. Seperti dolar Hongkong yang melemah 0,01 persen, dolar Singapura 0,05 persen, won Korea Selatan 0,07 persen, yen Jepang 0,01 persen, dan bath Thailand 0,18 persen.

 

Selain itu, ada beberapa negara Asia yang juga mengalami penguatan diantaranya, ringgit Malaysia dan peso Filipina masing-masing 0,16 dan 0,01 persen. Tidak hanya di Asia, beberapa negara maju juga mengalami pelemahan terhadap mata uang dolar, yakni dolar Australia 0,02 persen, poundsterling Inggris 0,05 persen, dan euro 0,07 persen.

 

Dampak yang ditimbulkan dari meredanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China sangat baik bagi Indonesia, hal ini karena adanya kebijakan suku bunga acuan.

 

Fokus pelaku pasar tertuju pada rilis risalah pertemuan The Fed Juli lalu, atau biasa disebut minuets of meeting. Catatan itu bisa memberi petunjuk arah kebijakan bank sentral ke depan di tengah awan resesi AS yang mengancam. 

 

"Rencananya minutes of meeting ini akan dirilis Kamis (22/8) dini hari pukul 01.00 WIB," jelas Ariston dikutip CNNIndonesia.com.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah hari ini juga akan dipengaruhi oleh potensi sikap lunak (dovish) The Fed terhadap kebijakan suku bunga acuannya. Saat ini, probabilitas penurunan Fed Rate sebesar 25 basis poin ke 1,75 persen hingga 2 persen pada rapat The Fed 18 September tercatat 95 persen. 

 

Namun, ramalan ini berubah jika Gubernur The Fed Jerome Powell melontarkan pernyataan yang berlawanan pada pertemuan tahunan gubernur bank sentral di Wyoming akhir pekan ini.

 

"Sehingga untuk hari ini, data eksternal masih akan mempengaruhi rupiah dan membuat rupiah di kisaran Rp14.228 hingga Rp14.306 per dolar AS," ujar dia.


 

 

loading...