Skip to main content

Penyidikan Kasus Dana Hibah Pilwalkot Makassar, Polisi akan Periksa 25 Saksi

Penyidikan Kasus Dana Hibah Pilwalkot Makassar, Polisi akan Periksa 25 Saksi
Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati (kiri) dan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani beberapa waktu lalu. (KABAR.NEWS/Lodi Aprianto)

KABAR.NEWS, Makassar - Sejumlah saksi telah diperiksa oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelwengan dana hibah Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018.


Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Ketapang Kencana Makassar Kini Bergulir di Kejari

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan sejumlah pihak yang diduga ikut mengetahui kasus dana hibah tersebut.

 

"Baru diperiksa enam orang," ungkap Yudha, via telepone, Senin (11/2/2019).

 

Dalam kasus ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel berencana memeriksa 25 orang saksi untuk mendalami penyidikan. Setelah pemeriksaan tersebut, penyidik bakal menetapkan siapa saja yang akan menjadi tersangka.


"Pemeriksaan saksi ke 25 orang tersebut memang memakan waktu yang cukup lama. Dan kemungkinan bulan depan baru selesai diperiksa semuanya," tambahnya.


Dalam kasus ini diketahui, dana hibah Pemkot Makassar untuk KPU Makassar pada Pilwakot 2018 cukup besar yaitu senilai Rp60 miliar. 


Jika diteliti pada Pilwalkot 2014 lalu anggarannya hanya Rp42 miliar untuk 10 kandidat, sedang pilwalkot 2018 anggarannya Rp60 miliar untuk satu pasangan calon (paslon) saja. 


Baca juga: Taruna ATKP Meninggal, Orang Tua: Mana 9 Senior Lainnya, Masa Hanya Menonton?

Usulan Rp60 miliar itu memang berasal dari KPU Kota Makassar. Padahal Pemkot hanya ingin menekan dengan biaya Rp40 miliar.


  • Lodi Aprianto

 

loading...