Penjelasan Kadis Perindag Jeneponto Soal Polemik Pembagian Lapak Pasar

Beberapa sumber menyebutkan bahwa pembagian lapak itu dinilai tidak adil. Pasalnya, ada beberapa pedagang lama yang mengaku tidak mendapatkan jatah lapak. Sementara pedagang baru justru mendapatkan lapak.

Penjelasan Kadis Perindag Jeneponto Soal Polemik Pembagian Lapak Pasar
Kepala Dinas Perindustrian nda Perdagangan Jeneponto, Muh Jafar. (Kabar.News/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, JENEPONTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, Sulawesi Selatan telah membangun pasar darurat untuk menampung sejumlah para pedagang yang lapak dan kiosnya terbakar di Pasar Tradisional Karisa dalam insiden beberapa bulan lalu. Namun, pembagian lapak tersebut justru menuai banyak sorotan dari pedagang lama.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa pembagian lapak itu dinilai tidak adil. Pasalnya, ada beberapa pedagang lama yang mengaku tidak mendapatkan jatah lapak. Sementara pedagang baru justru mendapatkan lapak.

"Seharusnya ini pak jangan dulu dibongkar sebelum ada pi tempat untuk jualan," ujar salah satu pedagang yang enggan disebut namanya, kepada Kabar.News, Rabu (18/11/2020).

Terkait keluhan itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Jeneponto, Muh Jafar, angkat bicara. Ia mengakui banyak pedagang baru yang mendapatkan lapak, dikarenakan kapling yang disediakan jumlahnya sangat banyak.

"Iya benar, banyak yang mendapat lapak di tempat realokasi pedagang baru," ujarnya.

Menurut Jafar, jumlah pedagang lama di Pasar Karisa hanya 827 orang. Sedangkan kapling yang disediakan oleh pihaknya berjumlah 1167 kapling. 

"Pedagang lama kita cuman 827. Sedangkan, kapling yang disediakan 1167, akhirnya kapling yang kosong itu dimanfaatkan lah orang-orang yang punya naluri bisnis untuk berdagang," jelasnya.

Dia mengaku bahwa ada juga pedagang baru yang mendapatkan lebih dari satu lapak. Alasanya karena banyak persediaan."Ada juga pedagang baru yang mendapatkan dua lapak karena memang banyak persediaan," tegasnya.

Menurut dia, hal yang salah jika jumlah pedagang lebih banyak ketimbang kapling. Olehnya itu, persediaan kapling untuk saat ini mencapai dua kali lipat."Yang jadi persoalaan seandainya jumlah pedagang lebih banyak daripada kapling. Ini kapling hampir dua kali lipat jadi, memungkinkan orang dapat lebih dari satu," tukasnya.

Dia menyebutkan, ada juga beberapa pedagang yang mempunyai usaha besar, sehingga membutuhkan lapak lebih dari satu. Untuk ukuran kaplingnya itu bervariasi, mulai dari ukuran 3x3 untuk penjual pakaian, penjual sayuran 2x2, dan penjual ikan 2x3.

"Misalnyakan ada juga pedagang yang punya usaha besar, saya membutuhkan kapling lebih dari satu, kan kapling kita bevariasi ada 3*3 untuk penjual pakaian, penjual sayuran 2x2, penjual ikan 2x3 berbeda- beda. Tergantung dari pergitungan kita bahwa untuk jenis dagangan kita," terangnya.

Dia menambahkan, memang benar bahwa pedagang baru tersebut bukan korban kebakaran."Kalo pedagang baru itu bukan korban kebakaran, yang korban itu pedagang lama yang jumlahnya 827, 1167 kapling itu menampung seluruh pedagang lama dan pedangan baru," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B