Penjelasan Bawaslu & Pelaku Dugaan Politik Uang di Bulukumba

Diduga direkayasa

Penjelasan Bawaslu & Pelaku Dugaan Politik Uang di Bulukumba
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020. (KABAR.NEWS/Arya)






KABAR.NEWS, Bulukumba - Terduga pelaku politik uang di Pilkada Bulukumba, Sulawesi Selatan, yakni  Daus mengaku dijebak oleh pendukung salah satu pasangan calon (paslon) dengan membawa atribut paslon nomor urut 4.


Daus mengklaim, rekaman video penangkapan yang beredar di media sosial tersebut adalah rekayasa belaka. Peristiwa itu terjadi di Kampung Cina, Desa Balibo, Kecamatan Kindang, Bulukumba pada 1 Desember 2020.


Dia merasa dipaksa mengaku melakukan politik uang disertai atribut paslon Muchtar Ali Yusuf - Edy Manaf. 


"Di video itu saya dipaksa mengaku, kedua tangan diikat tali lalu dipukul," kata Daus dalam keterangan tertulis yang diterima KABAR.NEWS, Jumat (4/12/2020).


Daus menceritakan, awalnya dirinya datang di rumah tetangganya bernama Masso. Di rumah itu, ia disambut oleh tamu lainnya yang sudah duduk menunggu.


"Waktu itu saya dipanggil oleh tetangga bernama Masso. Masso merupakan tim paslon nomor urut 4. Ketika tiba di  rumahnya sudah ada empat tamu yang duduk di kursi. Jadi ikutma juga duduk," tuturnya. 


Waktu itu Daus melihat Masso membagikan amplop. "Masso bagi-bagi amplop ketiga tamu lainnya dan saya waktu itu tidak terima," jelasnya. 


Saat itu, aku Daus, datanglah massa diduga dari paslon Askar HL - Arum Spink marah-marah dan memukul Daus. Sementara dua tamu yang terima amplop sudah kabur. 


Daus mengaku bahwa uang, amplop dan atribut paslon nomor 4 merupakan barang yang dihamburkan massa tersebytm


"Jadi dari massa itu uang, setelah dihamburkan disuruma mengaku. Padahal saya tidak tahu sama sekali," ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Askar-Pipink, Shofiana Syam mengaku belum mengetahui kebenaran tersebut. 


"Kalau masalah benar atau tidaknya nantilah kita lihat," ujarnya kepada KABAR.NEWS via telepon, Jumat.


Dia mengatakan, bahwa kasus telah diserahkan ke Bawaslu Bulukumba dan sementara dalam proses.


"Sekarang masih di proses di Bawaslu," jelasnya. 


Sementara itu, Humas Bawaslu Bulukumba,  Ashar mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan politik uang tersebut pada 30 November 2020.


"Laporanya masuk pada 30 November temuannya iye," ucapnya kepada wartawan. 


Ditanya terkait barang bukti yang diserahkan ke Bawaslu. Ia menjelaskan belum bisa memberikan komentar karena kasusnya sementara dalam proses. 


"Ini juga untuk kepentingan pemeriksaan setelah ada kesimpulan, komisioner pasti akan memberikan tanggapan," ungkapnya. 


Penulis: Akbar Razak/B