Penguna Narkoba di Sulsel Mayoritas Pelajar

Klien yang direhabilitasi melalui BNNP Sulsel pada tahun 2020 berdasarkan jenis pekerjaannya yang terbanyak antara lain, mahasiswa atau pelajar mencapai (38%),

Penguna Narkoba di Sulsel Mayoritas Pelajar
Ilustrasi.(int)






KABAR.NEWS, Makassar- Sepanjang tahun 2020, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah melakukan rehabilitasi pencandu narkoba yang didominasi golongan pelajar.

Klien yang direhabilitasi melalui BNNP Sulsel pada tahun 2020 berdasarkan jenis pekerjaannya yang terbanyak antara lain, mahasiswa atau pelajar mencapai (38%), disusul dengan pengangguran (30%), buruh (11%), swasta (10%), kemudian wiraswasta (8%), PNS (2%), dan TNI/POLRI (1%).

Kabid Rehabilitasi BNNP Sulsel, Sudaryanto mengatakan, berdasarkan data tersebut maka perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut karena selama tahun 2015 sampai dengan 2019, pengguna narkoba yang mengikuti program rehabilitasi terbanyak yaitu penganggur.

"Negara ini akan hancur jika golongan terpelajarnya terjerat narkoba. Oleh nya itu, instansi terkait pendidikan harus memberi perhatian khusus masalah yang terjadi, seperti penyalahgunaan narkoba, korupsi dan lainnya. Masalah ini terjadi karena rendahnya moral dan spiritual," kata Sudaryanto melalui keterangan tertulis yang diterima KABAR.NEWS, Kamis (31/12/2020).

Kata Sudaryanto, pembelajaran tentang moral dan agam harus ditekankan di lingkungan pendidikan, dan masyarakat. "Bahkan paling baiknya ada materi bahaya penyalahgunaan narkoba pada mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan," ucapnya.

Tahun 2020 Pencandu Narkoba Menurun yang Direhabilitasi Menurun Drastis.Berdasarkan data BNNP Sulsel, trend pencandu narkoba yang dirahabilitasi di tahun ini diklaim menurun drastis dibandikan tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, tahun 2019 ada sebanyak 1.334 klien. Sedangkan tahun 2020 trend pecandu penyalahgunaan narkoba yang mengikuti program rehabilitasi di Sulsel mengalami penurunan hanya sebanyak 816.

"Klien ini direhabilitasi tersebar ada di institusi BNN, kesehatan, sosial dan lembaga rehabilitasi komponen masyarakat. Selain itu, bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kategori pengguna narkoba di dalam Lapas dan Rutan di wilayah Sulsel ada sebanyak 941 WBP yang direhab," ungkap Sudaryanto.


Lebih jauh Sudaryanto menjelaskan, sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2020, pecandu penyalahgunaan narkoba yang mengikuti program rehabilitasi di Sulsel, selalu di dominasi penggunaan narkotika jenis shabu.

"Klien yang mengikuti program rehabilitasi dan terdaftar di BNNP Sulsel, antara lain penggunaan shabu yang terbanyak yaitu 76%, disusul Tembakau Sintetik 17%, kemudian Ganja 2%, Ekstacy 1%, Lem 1%, Benzo 1%, dan tramadol 1%," jelasnya.

Sedangkan untuk kelompok umur yang mengikuti program rehabilitasi bagi pecandu terhitung pada Januari hingga Desember 2020, masih didominasi pada kelompok umur remaja akhir (umur 17-25 tahun) sebanyak 52%, kemudian dewasa awal (umur 26-35 tahun) sebesar 20%, disusul dewasa akhir (36-45 tahun) sebanyak 12%, kategori anak dibawah umur (11-16 tahun) sebanyak 11%, serta kelompok lansia awal (46-60 tahun) sebanyak 5%.

Dari data tersebut yang memprihatinkan yaitu karena golongan umur anak-anak di bawah umur 16 tahun sudah banyak yang adiksi narkoba, yaitu sebanyak 11%.

Sudaryanto pun menuturkan dalam memerangi narkoba diperlukan keterlibatan masyarakat yaitu memberikan edukasi perlunya pecandu narkoba mengikuti program rehabilitasi. "Perlunya pemanfaatan kearifan lokal masyarakat untuk membantu pemulihan pecandu narkoba," pungkasnya.


Penulis : Reza Rivaldy/A