Skip to main content

Pengisian Awal Bendungan Passelloreng Dilakukan Bulan Agustus

asfas
Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo. (Dok. KemenPUPR)

KABAR.NEWS, Makassar-- Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang menargetkan proses impounding (pengisian awal) Bendungan Paselloreng, Kabupaten Wajo dilakukan pada Agustus mendatang. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala BBWS-PJ, Supardji di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa (11/2/2020).


Pengisian awal waduk (impounding) merupakan tahapan yang dilakukan setelah pekerjaan konstruksi bendungan selesai dan merupakan saat – saat kritis yang harus dilalui dalam suatu pembangunan bendungan. Dalam ini jika pengisian dilakukan terlalu cepat maka dapat mengakibatkan kerusakan pada bendungan dan jika dilakukan terlalu lambat maka dapat menyebabkan kekeringan di daerah hilir bendungan.


"Kami rencanakan ini, Agustus nanti. Karena dalam melakukan impounding harus dengan perhitungan dan waktu yang tepat. Ada hitungan hidrologinya, jadi bagusnya menunggu ketika air sedang tidak naik. Kalau saat inikan air hujan sedang naik,"ungkap Supardji.


Baca juga: 3 Bendungan di Sulsel Diusulkan Pakai Sistem Pembiayaan Investasi


Supardji menjelaskan tahapan impounding yang dilakukan menjadi tanda diresmikannya bendungan. Supardji memastikan pada dasarnya sudah tidak ada masalah dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, termasuk masalah fisiknya yang telah selesai. 


"Lahan yang masuk hutan juga sudah tidak ada masalah,sudah terbit juga. Kita juga sudah melakukan sidang pleno Komisi Keamanan Bendungan akhir tahun lalu,"terangnya.


Diketahui, Bendungan Passelloreng mulai dibangun pada tahun 2015, penyelesaiannya sendiri telah rampung dan tahun 2020. Bendungan ini dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya – PT. Bumi Karsa, KSO (Kerjasama Operasi) dengan anggaran Rp793 miliar.


Nantinya bendungan paselloreng akan mengairi lahan irigasi seluas kurang lebih 8.510 Ha, selain itu manfaat bendungan ini sebagai penyediaan air baku untuk 3 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 200 lt/detik, sebagai Konservasi Sumber Daya Air, Pengendalian Banjir Sungai Gilireng sebesar 1.000 m3/detik, dan pengembangan Pariwisata. 

 

loading...