Pengganti UN, Disdik Makassar Kaji Sistem AN 

Kemendikbud membuat aturan baru pengganti Ujian Nasional sebagai dampak pandemi.

Pengganti UN, Disdik Makassar Kaji Sistem AN 
Ilustrasi pelajar. (Foto: KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar mempertanyakan kejelasan terkait sistem penilaian Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Pasalnya, untuk penerapan tersebut perlu kajian mendalam. 

Sekretaris Disdik Kota Makassar, Amalia Malik mengaku terdapat tiga sistem penilaian pada AN, yakni portofolia atau nilai rapor, sikap dan perilaku, serta ujian dilaksanakan satuan pendidikan masing-masing.

“Ini memang perlu diperjelas. Memang mesti ada pertemuan dahulu untuk membahas itu. Nanti dilibatkan masing-masing perwakilan sekolah,” katanya saat dihubungi KABAR.NEWS, Rabu (17/2/2021).

Amalia menekankan bahwa sistem penilaian memang perlu dibuatkan regulasi terutama penilaian sikap atau perilaku siswa. Terlebih pada kondisi pandemi, menurutnya penilaiannya tentu lebih sulit. 

Olehnya itu, Amalia menjelaskan perlu ada acuan dan tak hanya melihat dari absensi siswa semata.

“Nah inilah nanti yang mesti disusun supaya tidak asal kasih nilai. Mungkin bisa dalam bentuk surat edaran atau peraturan wali kota,” jelasnya.

Sementara, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan penerapan sistem AN di Kota Makassar memang perlu jadi perhatian. Hal ini diharapkan agar penilaian siswa terdapat kejelasan regulasi.

“Kita berharap regulasi dari Asesmen Nasional ini memang diperjelas. Kita ingin anak-anak kita tidak ada yang dirugikan. Apalagi dalam situasi pandemi seperti ini,” ucapnya.

Penulis: Fitria Nugrah Madani/C