Pengendara Tak Kenakan Masker di Hari Pertama PPKM di Surabaya

Hari pertama masih melakukan sosialisasi PPKM.

Pengendara Tak Kenakan Masker di Hari Pertama PPKM di Surabaya
Polisi melakukan penyekatan di Bundaran Waru di hari pertama PPKM di Surabaya Raya, Senin (11/1/2021). (KABAR.NEWS/Ihwan Fajar)






Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya bersama TNI dan Polri mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan melakukan penyekatan di perbatasan antar daerah, salah satunya di depan City of Tomorrow (CITO), Bundaran Waru, Surabaya, Senin (11/1/2021). Dalam penjagaan tersebut, petugas masih menemukan pengendara tak mengenakan masker. 

Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya mengungkapkan setidaknya didapati ada delapan pengendara yang terjaring karena tidak mengenakan masker. Mereka lansung diberi surat tilang dan KTP disita. 

"KTP kami sita karena tidak gunakan masker. Ke depannya, tolong gunakan masker," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Cristijanto mengatakan bagi pelanggar protokol kesehatan, seperti tidak mengenakan masker akan disita KTP dan dikenakan sanksi administratif sebesar Rp 150 ribu. Eddy mengaku hal tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 67 tahun 2020. 

"Mereka diharuskan membayar (sanksi administratif) via transfer karena masuk dalam kas daerah. Sebab petugas dilokasi tidak menerima pembayaran secara langsung," ujarnya. 

Meski demikian, kata Eddy, PPKM hari pertama dalam tahap sosialisasi, namun penengakan Perwali Nomor 67 tahun 2020 tetap berjalan. 

"Iya masih tetep dijalankan penengakan Perwali Nomor 67 tahun 2020 terkait protokol kesehatan," tutur Eddy.

Sementara KBO Satlantas Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Polisi M Su'ud mengatakan pemberlakuan PPKM di Surabaya dimulai hari ini, pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan. 

"Ini hari pertama pemberlakukan PPKM, tanggal 11 ini, kita action dalam arti mengimbau memberitahukan kepada masyarakat, Surabaya sudah menerapkan PPKM," kata dia. 

Su'ud menjelaskan jika hari pertama penerapan PPKM di cek poin Bundaran Cito, pihaknya masih melakukan sosialisasi dan melakukan teguran kepada masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan yang tidak menggunakan masker. 

"Hari pertama masyarakat juga belum tahu, kita action di sini sudah ada pemberlakuan PPKM. Pengedara buka kaca pakai masker silakan jalan. Hari-hari berikutnya akan ditanya, apalagi kendaraan plat luar kota jika keperluannya hanya jalan-jalan akan dikembalikan," tutur Su'ud. 

Selain itu, dalam pindakan pemeriksaan kendaraan di Cito yang saat ini, masih dalam tahap sosialisasi terkait PPKM. Rencananya dalam hari-hari berikutnya akan akan dilakukan penindakan. Seperti kendaraan dari luar kota dengan kapasitas banyak akan diputar balikkan, tidak hanya itu, swab dilokasi akan diberlakukan. 

"Setiap hari akan kita lakukan evaluasi. Kami akan mendata hari pertama kendaraan yang masuk jumlahnya. Tentunya secara rasional, kalau masyarakat sudah tahu adanya PPKM, trennya menurun arah kendaraan masuk (ke Surabaya)," ucapnya.

Ia mengaku melakukan pendataan dan pemantauan melalui CCTV menghitung berapa kendaraan yang masuk.