Skip to main content

Pengakuan Mengejutkan dari Dua Wanita yang Menyusup di Mako Brimob

teroris wanita
Dua gadis berinisial DSM dan SNA yang menyusup masuk ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok saat diamankan polisi. (IST)

 

KABAR.NEWS, Jakarta - Dua gadis berinisial DSM dan SNA yang menyusup masuk ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, mengaku membantu para napi teroris (napiter) untuk membunuh anggota Polri. Hal tersebut diungkapkan saat kedua wanita yang tercatat sebagai mahasiswa ini diinterograsi penyidik pada Sabtu (12/5/2018) kemarin.

 

"Yang menyuruh saya dan SNA untuk datang ke Mako Brimob adalah Abu Abdirohman. Selain itu, niat muncul dari diri saya sendiri untuK berjuang di jalan Allah dan membantu ikhwan-ikhwan (sebutan untuk napiter) di Mako Brimob Kelapa Dua Depok dalam melawan aparat kepolisian," terang DSM dalam Berita Acara Interograsi yang diperoleh KABAR.NEWS.

 

Saat ditanyakan lebih jauh terkait tujuan kedua wanita ini menyusup ke Mako Brimob, DSM mengaku untuk memastikan keberadaan para ikhwan, sekaligus membantu perjuangan mereka untuk menyerang polisi sekuat dan semampunya. "Dalam rangka berjuang dan berjidad di jalan Allah dan menegakan hukum Allah di Indonesia," tegasnya.

 

Hal senada juga dilontarkan oleh SNA. Di hadapan penyidik, ia juga mengaku bersama DSM pernah melakukan bai’at kepada pimpinan ISIS sekitar awal Oktober tahun 2017 di salah satu kost-kosan di Bandung. "Saya dibai'at dengan cara membaca tulisan bai’at tersebut di handpone saya sendiri," terangnya.

 

Terkait dengan aksi para napiter di dalam Rutan Mako Brimob, SNA juga mengaku sangat setuju dengan apa yang dilakukannya. Menurutnya, karena anggota kepolisian adalah Thogut yang ikut dalam mengokohkan hukum di Indonesia dan merampas hukum Allah, menghalangi tegaknya syariat dan menzalimi sebagian kaum muslimin lainnya.

 

Tidak kalah mengejutkan dari pengakuan mahasiswa asal Bandung ini yaitu, ia akan terus melakukan perlawanan terhadap polisi yang ia sebut jihad. "Saya masih berkeinginan untuk jihad memerangi orang kafir seperti Thogut yaitu anggota polisi, karena Jihad tidak akan berhenti sampai hari kiamat tiba," katanya.

 

"Untuk saat ini mungkin saya tidak bisa melakukannya, karena saya sedang diamankan oleh anggota kepolisian, tapi saya akan tetap berjihad melawan orang-orang kafir seperti Thogut sampai hari kiamat tiba," tegas SNA menambahkan.

 

Sebelumnya, kedua gadis ini diamankan saat hendak melaksanakan salat subuh di dalam Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Saat diamankan polisi, mereka juga didapati sedang membawa gunting untuk digunakan menikam polisi.

 

  • Lodi Aprianto