Pengadilan Batalkan Status Tersangka Korupsi Islam Iskandar

* Permohonan praperadilan Anggota DPRD Jeneponto tersebut dikabulkan hakim

Pengadilan Batalkan Status Tersangka Korupsi Islam Iskandar
Ilustrasi putusan pengadilan. (Pexels/Sora Shimazaki)






KABAR.NEWS, Makassar - Pengadilan Negeri Makassar, membatalkan penetapan tersangka yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan terhadap Muh. Islam Iskandar dalam perkara tindak pidana korupsi proyek marka jalan Dishub Sulsel.


Melalui putusan perkara nomor 19/Pid.Pra/2022/PN Mks, Hakim Tunggal menyatakan penetapan tersangka Islam Iskandar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan fasilitas lalu lintas angkutan jalan di Sulsel tidak sah.


"Mengabulkan Permohonan Pemohon Praperadilan untuk seluruhnya; Menyatakan Penyidikan Laporan Polisi Nomor : LP-A/250/VIII/ 2019/SPKT tanggal 23 Agustus 2019 Tidak Sah," demikian putusan hakim dikutip dari laman SIPP Makassar, Kamis (30/9/2022).


Dalam amar putusannya, hakim menyatakan penetapan Islam Iskandar sebagai tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Nomor: S.Tap/59.C/ VI/2022/Ditreskrimsus tanggal 24 Juni 2022 Tidak Sah dengan segala akibat hukumnya.


Hakim menegaskan, kasus yang menjerat Islam Iskandar yang kini berstatus Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto tidak dapat dibuka kembali karena tidak ditemukan adanya kerugian negara.


Selain membatalkan penetapan tersangka, Hakim Pengadilan Makassar juga memerintahkan Polda Sulsel untuk menghentikan penyidikan perkara yang menjerat Islam karena tidak dinilai tidak ada kerugian negara.


Sebelumnya, Polda Sulsel menetapkan Islam Iskandar sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan marka jalan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel. Proyek ini merugikan negara Rp1,3 miliar.


Islam tidak sendiri, ada dua tersangka lain yang terseret dalam perkara ini. Mereka adalah pihak swasta berinisial GK dan mantan Kepala Dishub Sulsel Ilyas Iskandar (II) yang tak lain adalah bapak dari Islam.


Penulis: Akbar Razak/B