Penembakan di Times Squre AS, Seorang Balita Terluka

Sampai saat ini polisi belum menangkap pelaku penembakan.

Penembakan di Times Squre AS, Seorang Balita Terluka
Ilustrasi. (Foto: Internet)






KABAR.NEWS, New York - Aksi penembakan brutal kembali terjadi di Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan seorang bayi lima tahun (balita) dan dua perempuan mengalami luka. Kali ini penembakan terjadi di Times Square, New York, Amerika Serikat 


Bocah perempuan yang berada di stroller tertembak di kaki saat ikut serta keluarganya membeli mainan di lokasi kejadian. Sementara dua korban lainnya yakni perempuan paruh baya (46) serta turis wanita asal Pulau Rhode (23) tertembak di kaki.


"Penembakan terjadi sebelum pukul 17.00 waktu setempat di persimpangan 7th Avenue dan 44th Street," kata juru bicara Departemen Kepolisian New York seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (9/4/2021).


"Para korban kini dirawat di rumah sakit di Manhattan, dan nyawa mereka tidak dalam bahaya," demikian disampaikan komisaris polisi New York Dermot Shea saat konferensi pers.


Menurut Shea, terjadi pertengkaran antara sejumlah pria, di mana salah satunya melakukan penembakan. Hingga saat ini belum ada pihak yang ditangkap akibat insiden itu.


Sejak semua teater ditutup pada Maret 2020, Times Square kerap jadi sasaran aksi kekerasan. Menurut laporan Times Square Alliance, pada kuartal pertama 2021, tercatat 25 kekerasan yang terjadi. Jumlahnya naik dari tahun 2020 di mana ada 17 kekerasan yang terjadi di salah satu tempat wisata populer New York itu.


Aksi kekerasan di kawasan Times Square juga pernah terjadi akhir Maret lalu. Sebuah video penyerangan wanita keturunan Asia ramai jadi sorotan. Polisi berhasil mengamankan dan mendakwa seorang pria yang diketahui tinggal di sebuah pusat penerimaan Tunawisma di dekat Time Square.


Kegiatan pariwisata di kawasan itu rencananya akan mulai dihidupkan kembali pada Juni mendatang oleh Wali Kota New York, Bill de Blasio. Sementara teater-teater akan dibuka kembali pada 14 September mendatang.


Angka kekerasan dan penembakan di New York meningkat tajam sejak musim panas 2020 dan memanasnya protes akan kematian George Floyd. Tercatat terjadi kenaikan hingga 30 persen dalam periode yang disebutkan.