Pendeta Gereja Toraja Raih Penghargaan Kalpataru, Sulsel Hattrick

- Diberikan kepada Rasely Sinampe

Pendeta Gereja Toraja Raih Penghargaan Kalpataru, Sulsel Hattrick
Pendeta Gereja Toraja Rasely Sinampe menanam bibit pohon sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup. (Instagram/raselysinampe)






KABAR.NEWS, Makassar - Pendeta Gereja Toraja, Sulawesi Selatan, Rasely Sinampe dianugerahi penghargaan Kalpataru oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK). Penghargaan tersebut mencatatkan Provinsi Sulsel hattrick atau tiga tahun berturut menerima penghargaan bergengsi ini.


Pendeta Rasely Sinampe diganjar Kalpataru kategori Pembina Lingkungan Hidup bersama sembilan penerima dari provinsi lain. Hal itu berdasarkan surat keputusan nomor 533/MENLHK/PSKL/PSL.3/5/2002 yang diteken Direktur Jendral Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Bambang Supriyanto.


Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulsel, Andi Baso Pangeran mengatakan, penghargaan Kalpatarun ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut diraih warga Sulsel.


“Itu artinya, kita (Sulsel) hattrick peroleh Kalpataru dari kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Andi Baso Pangeran dalam rilis Pemprov Sulsel, Sabtu (4/6/2022).


Pada tahun 2020, peraih Kalpataru asal Sulsel diberikan kepada Saraba, kategori pengabdi lingkungan. Setahun kemudian atau 2021, dua warga Sulsel diberikan Kalpataru.


Masing-masing diraih Darmawan Denassa dari Kabupaten Gowa untuk kategori perintis lingkungan dan Ali Topan penghargaan khusus pemuda inspiratif untuk advokasi lingkungan.


Diketahui, Pendeta Gereja Toraja Rasely Sinampe mulai menggeluti pelestarian lingkungan hidup sejak tahun 2011. Dalam unggahannya di media sosial, pendeta rutin membagikan bibit penghijauan kepada warga Tana Toraja dan Toraja Utara secara gratis.


Dia juga disebut sering turun langsung meremajakan vegetasi pelindung di perbukitan gersang Bumi Lakipadada. Selain itu, pendeta Rasely punya banyak ladang binaan untuk bibit penghijauan khususnya di sekolah-sekolah.

Pendeta Rasely Sinampe memakai tongkat dalam aktivitasnya melestarikan lingkungan. (Facebook/iwandento)


Pada sebuah unggahan di media sosial Facebook, pendeta Rasely masih aktif melakukan pelestarian lingkungan meski harus memakai dua tongkat untuk berjalan.


Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulsel Hasbi Nur, turut mengapresiasi penghargaan Kalpataru yang diterima Pendeta Rasely Sinampe. Dia berharap pencapaian ini terus berlanjut.


"Masih akan lahir terus penggiat dan penginspirasi lingkungan di Sulsel sehingga Sulsel bisa mempertahankan lingkungan yang sesuai dengan harapan," kata dia.