Penderita Kusta di Sinjai Dapat Pendampingan Permata Sulsel dan YDTI

Banyak penderita kusta di Sinjai

Penderita Kusta di Sinjai Dapat Pendampingan Permata Sulsel dan YDTI
Pengurus Permata Sulsel dan Sinjai. (KABAR.NEWS/ Syarif)






KABAR.NEWS, Sinjai - Perhimpunan Mandiri Kusta (Permata) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Yayasan Dedikasi Tjipta Indonesia (YDTI), aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada penderita dan yang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit Kusta.


Ketua Permata Sulsel Yuliati mengatakan, sosialisasi dan pendampingan ini dilakukan dengan tujuan untuk menyadarkan masyarakat karena Kusta ini bukanlah penyakit yang harus ditakuti dan disembunyikan.


"Jadi apabila bagi warga yang memiliki gejala agar segera menyampaikan ke petugas kesehatan agar sedini mungkin dapat dideteksi dan dilakukan pencegahan," ungkapnya saat ditemui KABAR.NEWS di Sinjai, Rabu (16/6/2021).


Lebih lanjut, Yuliati mengatakan saat ini pihaknya juga aktif memberikan bantuan paket sembako kepada warga yang terkena penyakit Kusta. di Kabupaten Sinjai khususnya, telah melakukan pendataan terhadap orang yang mengalami atau pun pernah mengalami sakit Kusta, apakah mendapatkan perhatian berupa bantuan dari pemerintah atau tidak.


"Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh teman-teman Permata Sinjai, telah menemukan data sebanyak 80 orang yang mengalami atau pernah menderita Kusta, dari data tersebut ditemukan sebanyak 50 orang yang dianggap membutuhkan bantuan bahan makanan dan kita telah membagikan bantuan berupa sembako sebanyak 19 paket. Bantuannya berupa beras 5 kilo, telur satu rak, minyak kelapa 2 liter, gula 2 liter, terigu, teh, mie instan, ikan sarden, ikan kering dan buah," bebernya.


Yuliati menjelaskan, organisasi Permata ini adalah organisasi dari dan untuk orang yang pernah mengalami penyakit Kusta, kegiatan wadah ini bekerja bersatu membantu dan memikirkan permasalahan masyarakat yang pernah mengalami penyakit Kusta cenderung mengisolasi diri.


Selian itu, kata Yuliati, rencana kegiatan selanjutnya kakan mengidentifikasi masyarakat yang mengalami atau pun yang pernah mengalami Kusta terkait yang belum memiliki identitas, sebagai akses untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, begitupun juga untuk mendapatkan bantuan jaminan kesehatan.


Ardiansyah Sekretaris Permata Sulsel menambahkan, bahwa penyebaran penyakit kusta itu melalui pernafasan dari penderita kusta yang tidak berobat. Pengobatan kusta tidak boleh terputus harus tuntas, karena tipe penyakit kusta ada dua yaitu tipe basah dan kering.


Tipe kusta basah berobat selama 1 tahun dan yang tipe kering berobat selama 6 bulan, obatnya gratis di Puskesmas. Sedangkan untuk mendeteksi dini penyakit kusta dengan mengetahui gejalanya, yaitu bercak putih atau merah pada kulit yang mati rasa sebaiknya segera mungkin memeriksakan diri ke Puskesmas.


Olehnya itu kata Dia, diharapkan, bagaimana stigma penyakit kusta ini pihak pemerintah juga bisa mengubah dan bahkan menghapus stigma penyakit kusta yang menurutnya tidak selesai sampai sekarang, sedangkan penyakit kusta obatnya sudah tersedia secara gratis.


"Kita berharap peran pemerintah dan masyarakat juga bisa mengubah paradigma penyakit kusta ini atau pun menghapus stigma dari penyakit ini," harapnya.


Sementara itu, Ketua YDTI Sulawesi Selatan, Carstin mengatakan bahwa dalam misi kemanusiaan ini pihaknya hanya sebagai pendukung yang pemeran utamanya pihak Permata sendiri, dalam hal ini pernah mengalami Kusta.


"Saya mendukung kegiatan ini karena menurut saya organisasi Permata adalah organisasi yang mau mengadovaksikan diri dan berjuang untuk mengeliminasi penyakit kusta khususnya di Kabupaten Sinjai," ungkapnya.


Penulis: Syarif/A