Pencuri Motor Milik Istri Wakapolres Luwu Ditembak

Kerap beraksi lintas daerah

Pencuri Motor Milik Istri Wakapolres Luwu Ditembak
Ilustrasi Pencurian Sepeda Motor. (Shutterstock via Jakartapost)






KABAR.NEWS, Makassar - Tiga orang yang pencuri sepeda motor milik Rahmatiah, Istri Wakapolres Luwu, Sulawesi Selatan, akhirnya ditangkap. Mereka adalah Irwansyah (20), Sulfahri (22), dan Arifin (43). 


Ketiga pelaku diamankan dari beberapa lokasi di berbeda pada Sabtu (6/2/2021), oleh Tim Resmob Polres Luwu. Motor merek Honday Scoopy milik Rahmatiah digondol pelaku karena kuncinya tidak dilepas saat diparkir.

"Sepeda motor (merek) Honda Scoopy warna hitam putih yang saat itu digunakan oleh istri Wakapolres. Saat itu kuncinya melekat di motor," kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Supriyanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/2/2021) malam.


Supriyanto menjelaskan, laporan dilayangkan istri Wakapolres Luwu Abdul Salam pada 25 Januari. Polisi pun langsung melakukan pengejaran hingga sepekan mengetahui keberadaan pelaku.


Supriyanto bilang, khusus untuk pelaku Irwansyah, ditangkap dalam Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Saat ditangkap pelaku melakukan perlawanan.


"Kemudian pada saat personel menggeledah rumah tersebut, pelaku mendorong salah satu anggota hingga jatuh. Tidak mengindahkan peringatan akhirnya pelaku terpaksa dilumpuhkan di bagian kaki," ungkap Supriyato.


Selain di Luwu, kompolotan ini juga kerap beraksi diberbagai daerah di Sulsel. Aksinya dimulai sejak September 2020, pernah beraksi di Kabupaten Luwu Timur, Kota Palopo, Kabupaten Wajo hingga Sidrap.


"Pelaku spesialis kunci melekat, mengakui perbuatannya mencuri beberapa sepeda motor di wilayah Polres Luwu," ungkap Supriyanto.


Polres Luwu mengantongi empat laporan terkait pencurian sepeda motor yang dilakukan komplotan ini sejak tahun lalu hingga awal Januari 2021.


Dalam pengungkapan itu, petugas menyita banyak barang bukti. Di antaranya, 4 sepeda motor, 1 sepeda lipat dan 2 unit handphone. Pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.


Penulis: Reza Rivaldy/B