Pemprov Sulsel dan KIMA Dukunga Pembangunan Kawasan Industri Parepare

Sekda temui petinggi PT. Kima

Pemprov Sulsel dan KIMA Dukunga Pembangunan Kawasan Industri Parepare
Sekda Parepare Iwan Asaad (kanan) saat rakor dengan Pemprov Sulsel dan PT. KIMA di Makassar. (Foto: Istimewa)

KABAR.NEWS, Makassar - Jajaran Pemerintah Kota Parepare hadir di Kota Makassar, menindaklanjuti undangan dari Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulsel tentang fasilitasi akselerasi percepatan pembangunan Kawasan Industri dan Pergudangan Parepare dan Sekitarnya (KIPAS) oleh PT. KIMA (Kawasan Industri  Makassar), Jumat (7/5/2021).


Ini juga merupakan tindak lanjut kunjungan Direktur PT. KIMA dengan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) ke Parepare beberapa waktu lalu.


Pemprov Sulsel memfasilitasi agar pihak Pemkot Parepare dan PT. KIMA dapat membicarakan dan mendiskusikan proses percepatan pembangunan KIPAS, dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat PT KIMA, Makassar.


Sekda Kota Parepare Iwan Asaad yang ditugaskan khusus Wali Kota Parepare Taufan Pawe memimpin tim dalam pertemuan dengan Pemprov Sulsel dan PT. KIMA itu.


Bersama Sekda Iwan Asaad di antaranya Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setdako, Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, Dinas Perdagangan, dan Kabag Perekonomian dan SDA Setdako Parepare.


Tim diterima oleh Direktur PT. KIMA beserta para direksi dan staf teknis, yang buka oleh Asisten II Pemprov Sulsel. Dalam pertemuan itu terungkap, Pemprov Sulsel dan PT. KIMA Mendukung percepatan pembangunan Kawasan Industri dan Pergudangan Parepare dan Sekitarnya dengan fungsi utama pergudangan.

Karena itu, Pemprov akan menindak lanjuti secara teknis melalui Tim Bappelitbangda Sulsel dan Tim PT. KIMA dengan tim percepatan pembangunan KIPAS, terkait persiapan lahan, konsep pengelolaannya, dan perizinannya.


Iwan Asaad mengemukakan, kawasan pergudangan di Parepare ini, akan menjadi prioritas Pemkot dalam mendukung pembangunan pusat pusat ekonomi baru.


“Termasuk menata Kota Parepare yang lebih baik, lebih rapih dan tidak semrawut. Sehingga ke depannya sudah tidak ada lagi gudang yang beroperasi di dalam kota,” ungkap Iwan Asaad.