Pemkot Makassar Dikritik Pakai GeNose untuk Belajar Tatap Muka

Sebaiknya pakai tes PCR

Pemkot Makassar Dikritik Pakai GeNose untuk Belajar Tatap Muka
Alat tes Covid-19 GeNose. (Foto: UGM)






KABAR.NEWS, Makassar - Sejumlah kalangan mengkritik rencana Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang akan menggunakan GeNose sebagai alat tes Covid-19 untuk siswa pada pembalajaran tatap muka. 


Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar adalah salah satu pihak yang menyoroti kebijakan tersebut. Lewat ketuanya, Siswanto Wahab, IDI menilai penggunaan GeNose untuk siswa tidak tepat. 


Dia berpendapat, alat yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu belum mampu mendeteksi kesehatan Paru-paru anak-anak. IDI justru merekomendasikan penggunakan PCR dalam evaluasi per dua pekan PTM. 


"Memangnya GeNose untuk pemeriksaan paru-paru? bukan. GeNose bukan untuk pemeriksaan paru-paru. PCR juga bukan untuk paru-paru, kalau mau kita pemeriksaan paru-paru yah CT Toraks," kata Siswanto Wahab dalam keterangan tertulis di Makassar, Selasa (12/10/2021).


Sejalan dengan itu, Pengamat Kebijakan Pemerintah dari Universitas Bosowa, Arif Wicaksono, menilai Pemkot Makassar seharusnya tidak terlalu memaksakan penggunaan alat tersebut. 


Menurut Arif, seharusnya pengadaan GeNose tidak dilakukan sejak awal sebab dianggap sudah tidak efektif lagi. 


"GeNose tidak terpakai, tiba-tiba digunakan untuk tes sekolah. Itu mubassir saja. Karena tidak ada kegiatan yang bisa gunakan GeNose dan terlanjur terbeli akhirnya sekadar itu saja, bisa saja kurang bagus kualitasnya. Baru itu mau dipakai lagi tes siswa, kasian. Siswanya jadi korban lagi dengan alat yang tidak berkualitas," kritknya.


Olehnya itu, Arif mengatakan seharusnya Pemkot Makassar bisa merencanakan program secara strategis, termasuk pengadaan barang yang akan digunakan. Sebab kata Arif, efesiensi anggaran yang tadinya dimaksudkan untuk penanganan Covid-19 menjadi tidak efektif. 


"Harusnya dulu kalau mau kasih keluar duit banyak, sekalian detektor dilengkapi PCR, tapi tidak mungkin. Tapi karena mau membesar-besarkan program saja, akhirnya GeNose aja yang digunakan. Buang-buang uang saja itu," pungkasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B