Pemkot Makassar Buka Masa Sanggah CPNS Tak Lulus Berkas

Mulai hari ini

Pemkot Makassar Buka Masa Sanggah CPNS Tak Lulus Berkas
Ilustrasi. Peserta CPNS mengikuti tes SKD dengan sistem CAT di Kantor Gubernur Sulsel, Kota Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Pengumuman seleksi berkas Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah diumumkan pada Senin (2/8/2021). Sebanyak 5.076 pendaftar dinyatakan lulus seleksi administrasi. 476 di antaranya tak memenuhi syarat atau tak lulus berkas.


Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kota Makassar Kadir Masri menyebutkan, sebagian besar ketidaklulusan tersebut akibat persoalan berkas STR yang tidak berlaku.


Sementara, persoalan lainnya yakni surat yang tidak sesuai format atau tidak bermaterai, tak melampirkan scan asli, hingga adanya berkas yang kurang dilampirkan.


"Bahkan ada yang sama sekali tidak melampirkan satupun berkas yang dibutuhkan, itu ada," ucap Kadir saat dihubungi, Rabu (4/8/2021). 


Hasil pengumuman tidak lulus dapat melanjutkan ke masa sanggah yang dibuka pada hari ini (4/8/2021) hingga Jumat, 6 Agustus. Kadir mengatakan peserta bisa kembali melakukan sanggahan lewat akun masing-masing lewat website resmi BKN. 


"Tim seleksi CASN akan memverifikasi ulang terhadap sanggahan pelamar, dan pengumumannya itu tanggal 9 Agustus," imbuhnya.


Bagi yang lulus dapat melanjutkan ke seleksi selanjutnya yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Rencana SKD nantinya akan diumumkan di website resmi BKPSDM Makassar.


"Kami sampaikan bahwa kepada pelamar yang telah lulus untuk test SKD agar fokus belajar dan bimbel sehingga dapat menjawab soal yang telah diujikan oleh Panselnas CASN," katanya.


Pihaknya juga mewanti-wanti agar pelamar tidak mempercayai adanya calo atau oknum yang menjanikan kelulusan.


Sementara untuk PPPK Nonguru, Kadir mengatakan, yang berhasil lulus hanya setengah dari pendaftar atau sebanyak 167, Sementara yang tidak lulus berjumlah 115.


Sebagian besar persoalan berkas yang diajukan yaitu sertifikat pengalaman kerja yang tidak sesuai dengan persyaratan. Persoalan lainnya yaitu sertifikat profesi dan ijazah juga dianggap tidak sesuai dan ada pula dokumen yang dianggap tidak asli.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B