Pemkot Makassar Ajukan Pengangkatan Khusus Guru Honorer Sebanyak 1.035 Orang

Pemkot Makassar tengah mengusulkan sebanyak 1.035 untuk Tenaga Guru agar diangkat menjadi guru PPPK. 

Pemkot Makassar Ajukan Pengangkatan Khusus Guru Honorer Sebanyak 1.035 Orang
 Ilustrasi ASN (Kabarnews/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, MAKASSAR - Banyaknya jumlah guru honorer di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menjadi pertimbangan untuk mengusulkan kembali pengajuan formasi guru berstatus Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Olehnya jtu, Pemkot Makassar tengah mengusulkan sebanyak 1.035 untuk Tenaga Guru agar diangkat menjadi guru PPPK. 

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Makassar, Kadir Masri pihaknya melakukan pengusulan telah dikirimkan ke Kemenpan-RB. 

"Baru pengusulan, belum ada penetapan," singkat Kadir saat dihubungi, Senin (28/12/2020). Ia menegaskan, pengajuan PPPK memang dilakukan pihaknya khusus untuk formasi guru saja.

Kadir menjelaskan, Makassar sendiri saat ini telah mendapat jatah dari program satu juta PPPK untuk tenaga guru."Untuk sementara itu baru guru, kalau yang lain belum ada petunjuknya," paparnya Kadir.Dengan kuota yang diberikan ini kata Kadir bisa memangkas jumlah tenaga guru honorer.

Diketahui, jumlah tenaga guru honorer SD dan SMP se-Makassar sebanyak 2.802 orang . Olehnya itu, Kadir mengatakan jika hal ini dimaksimalkan dan dipenuhi, masalah honorer perlahan bisa segera diatasi.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan mengaku bahwa perekrutan tenaga guru menurutnya memang sangat dibutuhkan Pemkot Makassar. 

Hal ini kata Irwan agar beban APBD Kota Makassar berkurang jika terjadi pemangkasan tenaga honorer dengan pengangkatan PPPK. 

"Tidak ada formasi umum, ini khusus honorer yang sudah terdaftar. Karena kalau sudah lulus PPPK, otomatis beban keuangan daerah untuk gaji honorer berkurang. Karena PPPK dianggarkan dari pusat," tandas Irwan. 

Penulis :Fitria Nugrah Madani/B