Pemkab Torut Beri Peringatan Terakhir Pedagang Pertokoan Rantepao

Pedagang Pertokoan Rantepao diberi batas waktu hingga Kamis (25/2/2021) untuk melakukan pengosongan.

Pemkab Torut Beri Peringatan Terakhir Pedagang Pertokoan Rantepao
Satpol PP Toraja Utara memberikan surat peringatan terakhir kepada pedagang Pertokoan Rantepao untuk melakukan pengosongan. (Foto: KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara melayangkan surat peringatan (SP) ketiga atau peringatan terakhir kepada pedagang Pertokoan Rantepao. Sebelumnya Pemkab Torut akan melakukan penataan ulang Pertokoan Rantepao.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Toraja Utara, Anugerah Yaya Rundupadang membenarkan jika Pemkab Toraja Utara sudah melayangkan surat peringatan terakhir kepada pedagang Pertokoan Rantepao. Yaya mengaku Bupati Torut, Kalatiku Paembonan juga sudah melaporkan progres penataan Pertokoan Rantepao kepada Gubernur Sulsel. 

"Sabtu kemarin pak bupati sudah menghadap ke pak Sekda Provinsi Sulsel dan juga pak Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abullah. Beliau melaporkan berbagai update perkembangan program pembangunan Pemprov Sulsel di Toraja Utara," ujar Yaya.

Yaya mengungkapkan setidaknya ada empat program program pembangunan Pemprov Sulsel di Toraja Utara. Empat program tersebut yakni pengembangan kawasan Wisata Lolai, Pedestrian dalam kota Rantepao, juga terkait penataan kawasan pertokoan.

"Pemprov mendukung penataan ini untuk dilaksanakan secara persuasif dan tetap mengedepankan koordinasi dengan semua stakeholder terkait demi stabilitas pembangunan di daerah," kata dia.

Seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Toraja Utara, Pither Rantetasak membenarkan jika pihaknya memberikan SP 3 kepada pedagang Pertokoan Rantepao pada Senin, (22/2/2021). Pemberian SP tersebut, kata Pong Telli sapaan akrabnya berjalan lancar dan aman. 

"Petugas Satpol PP turun langsung membagikan SP kepada masing-masing penghuni/penyewa," ujar Pong Telli.

Pong Telli menambahkan sebelum SP tersebut dilayangkan kepada masing-masing penghuni/penyewa, Pemkab Torut secara persuasif telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan penghuni/penyewa baik secara langsung maupun di fasilitasi oleh pihak- pihak terkait.

Dengan adanya peringatan terakhir ini, Pemkab Toraja Utara berharap agar para penghuni/penyewa toko dipusat pertokoaan dapat memahami dan segera mengosongkannya. Berdasarkan informasi, para penghuni/penyewa Pertokoan Rantepao diberikan batas waktu mengosongkannya paling lambat Kamis (25/2/2021).

Penulis: Febriani/B