Pemerintah akui Masih Banyak Warga Jeneponto Ogah Divaksin

Baru berjalan 13 persen

Pemerintah akui Masih Banyak Warga Jeneponto Ogah Divaksin
Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jeneponto, Sulsel, beberapa waktu lalu. (IST)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Program kebut vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, selama dua pekan terakhir belum berjalan maksimal. 


Hal itu diakui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Protpim) Pemkab Jeneponto, Mustaufiq. Dia mengatakan, kebut vaksinasi ini rupanya berjalan tidak sesuai harapan. 


"Namun dua pekan berjalan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jeneponto. Saat ini yang baru mencapai 13 persen secara keseluruhan jumlah sasaran masyarakat wajib vaksin," ujar Mustaufiq kepada KABAR.NEWS di Jeneponto, Senin (23/8/2021).


Kurangnya kesadaran masyarakat untuk divaksin Covid-19, membuat Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mengambil beberapa langkah cepat. Salah satunya adalah sosialisasi.


"Langkah telah Pemda lakukan, di antaranya melakukan sosialisasi ke setiap kecamatan bersama TNI dan kepolisian dengan menggandeng Bhabinsa serta Babinkantibmas," jelasnya.


Selain itu, Pemkab Jeneponto juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) yang ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Abdi negara diminta untuk melampirkan kartu vaksin tiap pengurusan administrasi kepegawaian.


"Berikutnya kita akan sasar lagi pada masyarakat umum yang masuk pada sasaran vaksin," ungkapnya.


Dia menjelaskan, dasar aturan pelaksanaan vaksinasi tersebut tertuang dalam peraturan presiden (Perpres) nomor 14 tahun 2021.


"Tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi pada pasal 13 A ayat 2 bahwa setiap orang yang ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin wajib mengikuti vaksinasi. Dan pada ayat 4 tercantum sanksi yakni penundaan/penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, serta penundaan dan penghentian layanan administrasi pemerintahan," jelas Mustaufiq.


Aturan tersebut juga mengikat seluruh lapisan masyarakat. Olehnya itu, Iksan Iskandar mengajak warganya untuk sadar akan vaksinasi.


"Karena tidak ada pemerintah yang mau melihat masyarakatnya sakit atau mati karena virus, vaksinasi ini adalah upaya kita semua dalam memproteksi diri agar terhindar dari keterpaparan virus Covid-19," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B