Pembusur Massa Tolak Rizieq Shihab Ditangkap, Polisi Temukan Bom Molotov

Di Makassar

Pembusur Massa Tolak Rizieq Shihab Ditangkap, Polisi Temukan Bom Molotov
Polisi yang mengekspose sejumlah barang bukti senjata tajam dan bom molotov milik Riswandi. (KABAR.NEWS/REZA)






KABAR.NEWS, Makassar - Unit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Ujung Pandang, Kota Makassar, mengamankan satu pelaku pembusuran terhadap massa pendemo yang menolak kedatangan Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab pada Selasa (1/12/2020).


Pelaku yang diamankan polisi yakni Riswandi. Pria 37 tahun itu ditangkap saat berada di kediamannya di Jalan Sungai Limboto, Kota Makassar, pada Rabu (2/12/2020) pagi tadi.


Kapolsek Ujung Pandang, AKP Bagas Sancoyoning Aji mengatakan, selain membekuk Riswandi, pihaknya juga mengamankan puluhan anak panah busur yang disimpan pelaku.


"Alat bukti di dalam rumahnya. 27 busur, 5 ketapel, bom molotov dan minyak tanah, semuanya masih kita selidiki digunakan untuk apa," kata Bagas kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar. Rabu sore.


Penangkapan yang dilakukan tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Ujung Pandang dan Unit Jatanras Polrestabes Makassar ini berdasarkan dari keterangan sejumlah saksi, serta bukti rekaman video yang beredar di sosial media.


"Pekerjaannya wiraswasta. Pelaku melakukan pembusuran dan terdapat ada beberapa rekaman, dia membentangkan busur, melepaskan anak panahnya di sekitar Monumen Mandala itu," ungkapnya.


Polisi juga mengungkapkan bahwa masih ada pelaku lainnya yang masih dalam tahap pengejaran, yakni lelaki inisial SR. "Satu orang masih kami lakukan pengejaran inisial SR, yang bersangkutan pada saat kejadian membonceng pelaku ini," ucap Bagas.


Bagas menyebut, pelaku memang sudah mempersiapkan senjata tajam jenis panah busur ini dari rumahnya untuk diarahkan kepada salah satu peserta aksi.


Riswandi bakal dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 juncto UU Nomor 12 tahun 1951 pasal 2 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun.


Diberitakan sebelumnya, Aksi unjuk rasa menolak kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab berakhir ricuh di depan Monumen Mandala, Jalan Jendral Sudirman, Kota Makassar, Selasa (1/12/2020).


Demo puluhan mahasiswa tersebut merespons rencana Rizieq Shihab menggelar safari dakwah di Kota Makassar. Massa berorasi sambil membakar ban dan membentangkan spanduk berisi penolakan kedatangan Rizieq.


Namu, berselang beberapa jam kemudian di tengah orasi, tiba-tiba datang sekelompok Orang tidak Dikenal (OTK) langsung menyerang pengunjuk rasa.


Tak tanggung-tanggung OTK yang menyerang pendemo dengan membawa senjata tajam jenis panah busur. Akibatnya, pengunjuk rasa berhamburan, menyelamatkan diri dari sekelompok OTK itu. Menurut informasi satu pendemo terkena anak panah.


Penulis: Reza Rivaldy/B