Skip to main content

Pembuat Hoaks Ijazah Palsu Presiden Jokowi Diamankan Polisi

Hoaks
Ilustrasi.


KABAR.NEWS, Jakarta - Isu hoaks kembali menyerang petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kali ini, Jokowi diserang isu hoaks terkait ijazah SMA miliknya. 


Polisi pun langsung bergerak cepat menangkap pelaku penyebaran hoaks ijazah palsu Presiden Jokowi dan berhasil mengamankan seorang pria bernama Umar Kholid Harahap (28).


Baca Juga:


Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan pihaknya telah menangkap Umar karena menyebarkan hoaks ijazah SMA milik Presiden Jokowi. 


"Tersangka yang melakukan sendiri. Sepertinya begitu (tidak ada tersangka lain)," ungkapnya dikutip dari detikcom, Minggu (20/1/2019).


Dedi memastikan Umar Kholid yang telah berstatus tersangka tak ada kaitan dengan paslon penantang Jokowi di Pilpres 2019.


"Nggak ada kaitannya. Tersangka yang melakukan sendiri. Sementara masih di dalami oleh penyidik Siber Bareskrim," tutur Dedi.


Meski mengamankan Umar, Polri tidak melakukan penahanan. Umar pun terancam hukuman maksimal 2 tahun penjara. 


"Tidak dilakukan penahanan. Ya ancamannya 2 tahun, jadi tidak ditahan, itu kalau dari perspektif alasan yuridisnya," jelas Dedi (19/1).


Sejumlah barang bukti telah disita dari tersangka, antara lain satu ponsel beserta dua buah SIM card, satu akun Facebook, dan e-mail milik tersangka. Untuk memperkuat alat bukti penyidikan, polisi melakukan tahapan digital forensik terhadap barang bukti yang disita.


Polisi menjerat Umar dengan Pasal 14 ayat 2, Pasal 15 Undang-Undang Tahun 1946 dan/atau Pasal 207 KUHP.


Sebelumnya, ijazah SMA Presiden Joko Widodo dituding palsu lantaran terdapat cap SMA Negeri 6 Solo. Ijazah Jokowi SMA dianggap palsu karena lulus pada 1980.


Padahal, kata warganet, SMAN 6 Surakarta tempat Jokowi bersekolah baru berdiri pada 1986. Namun Kepala SMAN 6 Surakarta, Agung Wijayanto, memastikan ijazah Jokowi tersebut asli.
 

 

loading...