Pembangunan RS Batua Terkendala Persetujuan Polda Sulsel

DIanggarkan Rp70 Miliar, Mandek Sejak 2018

Pembangunan RS Batua Terkendala Persetujuan Polda Sulsel
Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir.(ist)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Anggaran proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua Kota Makassar yang rencananya akan dialokasikan sebesar Rp70 Miliar di APBD Pokok tahun 2021 terancam tidak bisa digunakan untuk melanjutkan pembangunan yang mangkrak sejak tahun 2018. Dikhawatirkan tidak adanya persetujuan dari penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, jadi penyebabnya.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir mengungkapkan, pihak eksekutif dalam hal ini Dinas Kesehatan bersama Komisi D sebagai mitra kerja di legislatif bersepakat untuk tetap menganggarkan kembali pembangunan RS Batua untuk dilanjutkan di tahun 2021. Total anggarannya mencapai Rp70 Miliar.

Hanya saja untuk dapat melanjutkan pembangunan RS Batua yang selama beberapa tahun ini terbengkalai, secara prosedural hukum mekanismenya harus melalui persetujuan melalui rekomendasi atau asistensi dari pihak penyidik Polda Sulsel, sebagai pihak yang menangani kasus ini.

"Kita tetap anggarkan, kalau mendapat lampu hijau dari penyidik maka pembangunan akan dilanjutkan dengan anggaran yang sudah dialokasikan, sementara jika tidak mendapat asistensi anggaran tersebut akan dialihkan,"kata Wahab.

Lanjut Wahab kalau pun RS Batua tidak bisa dilanjutkan maka anggaran sebesar Rp70 miliar itu akan dialihkan untuk 30 puskesmas pembantu(Pustu) yang ada di Makassar yang tidak beroperasi maksimal karena minimnya anggaran.

"Ini masih akan didiskusikan bersama dinas terkait dan anggota DPRD lain untuk mengalihkan itu(anggaran RS Batua) sebagian ke pustu untuk biaya operasional guna meningkatkan layanannya," kata Wahab.

Hanya saja setelah nanti anggaran tersebut dialihkan untuk peningkatan pelayanan pustu, maka menurut Sekretaris DPD II Golkar Makassar mengatakan pelayanan pustu harus lebih ditingkatkan.

"Kalau selama ini Pustu hanya dibuka 2 kali seminggu, selanjutnya tidak boleh lagi seperti itu, yah minimal jam operasinya harus bertambah, jadi sempat hari dalam seminggu,"jelasnya.

Untuk total anggaran seluruh pembangunan RS sendiri yang ada di Makassar, disebutkan Wahab mencapai Rp130 miliar, Rp 60 miliar untuk pembangunan RS Ujung Pandang Baru dan Rp70 miliar untuk RS Batua. 

Penulis: Rahma Amin/A