Pemain Liga 1 Jual Beras Hingga Jadi Satpam Imbas Kompetisi Tak Jelas

Bahkan ada yang tak bisa berbuat apa-apa

Pemain Liga 1 Jual Beras Hingga Jadi Satpam Imbas Kompetisi Tak Jelas
Pemain PSS Sleman Bagus Nirwanto (kanan) berebut bola dengan pemain PS Tira Kabo pada pertandingan Liga 1 2020 sebelum ditunda. (Dok. Liga Indonesia)






KABAR.NEWS - PSSI dan PT Liga Indonesia Baru telah menunda kompetisi Liga 1 2020 akibat pandemi Covid-19 dan tak mendapat izin kepolisian. Pertandingan baru dapat dilanjutkan setelah Pilkada Serentak 2020.


Imbasnya, para pesepakbola harus mencari sumber kehidupan lain demi bertahan hidup. Potongan gaji sebesar 75 persen dari klub semakin menjepit kehidupan atlet si kulit bundar. Bagus Nirwanto salah satunya.


Kapten PSS Sleman itu memilih menjual beras curah dan gula bersama istrinya setelah kompetisi ditunda dan gajinya dipangkas. Bagus merasa sangat kecewa dengan keputusan PSSI dan LIB menunda kompetisi.


"Saya sangat kecewa karena kompetisi ditunda. Kami sangat bersemangat dan berlatih keras untuk pertandingan pertama. Kami seharusnya diizinkan menggelar pertandingan tanpa penonton," ujar Bagus dikutip dari laporan AFP yang dilansir CNN Indonesia, Rabu (11/11/2020).

Tak hanya Bagus, sebagian pemain memilih berdagang guna menyambung hidup, baik dengan menjual kue buatan sendiri dan minuman es kelapa kepada orang yang lewat atau makanan jalanan sederhana seperti sate ayam.


Bahkan, laporan AFP juga menyebutkan pesepakbola di Sumatera Utara harus bekerja sebagai satpam bank setelah kompetisi terhenti.


Bek Borneo FC Andri Muliadi harus membawa keluarganya kembali ke Aceh. Di kampung halamannya itu dia membantu mempromosikan bisnis kopi kecil mertuanya secara online.


"Kami semua panik ketika pandemi melanda. Saya tidak punya pilihan selain mencari cara alternatif untuk menghasilkan uang untuk menghidupi keluarga saya selama masa sulit ini. Pemain harus menemukan cara lain untuk menghasilkan uang," ucap Andri.


Andri juga menjelaskan, bisnis menyewakan peralatan hajatan ikut terdampak karena pandemi virus corona.


"Bisnis benar-benar terpengaruh sejak Maret setelah pemerintah melarang orang banyak, termasuk pernikahan. Semuanya sangat lambat," tutur Andri.


Nasib berbeda dialami kapten Persib Bandung Supardi Nasir. Mantan pemain Sriwijaya FC itu justru mengaku kebingungan mencari sumber pemasukan lain.


"Saya benar-benar memutar otak untuk mencari cara bagaimana menghidupi keempat anak saya," ucap bek sayap 37 tahun itu.

Pertandingan Liga 1 musim 2020 mulai ditunda sejak Maret atau memasuki pekan ke-15. Kompetisi kasta tertinggi ini sempat diwacanakan kembali bergulir pada September dan Oktober namun lagi-lagi ditunda dan diputuskan berlanjut pada 2021.