Pelanggan PDAM Palopo Kaget, Tagihan Air Rp100 ribu Melonjak Jadi Rp700 ribu per Bulan

- Meteran rusak, PDAM Palopo menaksir tagihan bulanan

Pelanggan PDAM Palopo Kaget, Tagihan Air Rp100 ribu Melonjak Jadi Rp700 ribu per Bulan
Ilustrasi Perumda Tirta Mangkaluku atau PDAM Palopo. (IST/Facebook)






KABAR.NEWS, Palopo - Pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku atau PDAM Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengeluhkan melonjaknya tagihan air bulanan yang dianggap sangat tidak wajar.


Keluhan itu disampaikan oleh Moch. Putra (30 tahun) selaku pelanggan PDAM Palopo yang beralamat di Jalan Dr. Ratulangi, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara.


Putra kaget bukan kepalang sebab, PDAM Palopo mengharuskan dia membayar tagihan air dalam satu bulan terakhir sebesar Rp700 ribu. Padahal bulan sebelumnya cuma Rp100 ribu lebih.


"Ini pak, masa' naik tujuh kali lipat pembayaran air di rumah. Bulan-bulan sebelumnya cuma Rp100 lebih, ini sekarang saya disuruh bayar Rp700 ribu. Barusan begini pak tidak wajar sekali," kata Putra kepada KABAR.NEWS di Palopo, Kamis (18/8/2022).


Setelah mengadukan tagihan yang tidak wajar tersebut, akhirnya diketahui penyebab tarif melonjak karena tera meter air di rumah Putra rusak.

Hal itu berdasarkan hasil kalibrasi yang dituangkan dalam berita acara penyelesaian yang diteken PDAM Palopo. Tagihan air di rumah Putra tercatat dengan nama Haryanto Toenbolong.


"Petugas PDAM sudah datang, disimpulkan sudah tidak normal meteran ku. Makanya melonjak naik tujuh kali lipat pembayaran," kata Putra seraya menegaskan bahwa kerusakan meteran air bukan kelalain dirinya selaku pelanggan.


Selain itu, Putra memutuskan berbicara kepada media karena PDAM Palopo belum bisa memberikan solusi terkait permasalahan ini setelah diadukan dua pekan terakhir. Dia menolak membayar Rp400 ribu yang diklaim PDAM sebagai "solusi".


"Terus solusinya saya disuruh bayar Rp400 ribu, saya menolak. Kerusakan meteran bukan karena kelalaian ku, tapi memang mungkin ini sudah barang rusak dari PDAM," tandas Putra.

Berita Acara Penyelesaian aduan yang diajukan pelanggan Haryanto Toenbolong atas nama Moch. Putra selaku pemilik rumah kepada Perumda Tirta Mangkaluku Palopo. (IST/HO)


Meteran Rusak, Tagihan Ditaksir PDAM Palopo


Bagian Humas Perumda Tirta Mangkaluku Palopo menyebutkan, pihaknya sudah menerima permohonan keringanan tagihan dari pelanggan atas nama Haryanto Toenbolong yang diajukan Moch. Putra selaku pemilik rumah.


Saat dihubungi KABAR.NEWS melalui WhatsApp pada Kamis kemarin, Humas mengatakan, pihaknya telah menghitung biaya pembayaran. 


PDAM Palopo meminta waktu kepada pelanggan karena aduannya telah diteruskan ke pimpinan untuk diproses.


Adapun mengenai kerusan meteran yang mempengaruhi melonjaknya tagihan air pelanggan, Tirta Mangakaluku berjanji akan mengganti barang tersebut jika kerusakan disebabkan faktor alamiah atau sudah berusia 5 tahun lebih.


"Namun, apabila kerusakan meteran yang merupakan kelalaian pelanggan, akan menjadi tanggung jawab pelanggan, pak," demikian jawaban   Humas Tirta Maluku yang tidak ingin menyebutkan identitasnya.


Meski meteran pelanggan sudah terbukti rusak berdasarkan hasil kalibrasi, Perumda Tirta Mangkaluku tetap mematok tagihan dengan mendasarkan perhitungan pada pemakaian air tiga bulan terakhir.


"Cara penghitungan yaitu diambil dari pemakaian rata-rata 3 bulan terakhir pemakaian normal," tulis Humas Perumda Tirta Mangkaluku.


Menurut Putra, taksiran Perumda Tirta Mangkaluku sangat subjektif dan mengabaikan fakta bahwa terjadi kerusakan meteran.


"Sudah jelas-jelas meteran PDAM rusak kenapa perhitungannya pakai taksiran. Artinya, PDAM Palopo ini cuma mengira-mengira, tidak objektif dan justru merugikan pelanggan sendiri," kata Putra.


"Bisa jadi banyak pelanggan lain yang disuruh membayar begini, makanya kita bicara ke media supaya ini menjadi atensi pimpinan. Kita harap pelayanan seperti ditingkatkan dan menjadi bahan evaluasi," tandas Putra.