Skip to main content

Pelajar SMA Jadi Kurir Narkoba, Polisi Amankan 20 Gram Sabu

pelajar narkoba
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Kamis (8/11/2018) petang. (KABAR.NEWS/Lodi Aprianto)

KABAR.NEWS, Makassar - Seorang oknum pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Makassar, inisial MR (18) menjadi kurir narkoba. Akibatnya, ia pun "diterkam" Tim Elang Sat Narkoba Polrestabes Makassar di Jalan Onta Lama, Kota Makassar, Rabu (7/11/2018) kemarin, sekitar pukul 02.00 Wita.

Penangkapan terhadap pelaku, berawal dari adanya informasi masyarakat maraknya peredaran narkoba di lokasi tersebut. Sehingga, polisi langsung ke melakukan penyelidikan dan menemukan pelaku.

"Saat dilakukan pemeriksaan badan, MR kedapatan membawa atau menguasai satu paket sabu ditaksir beratnya kurang lebih 20gram," terang Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika, Kamis (8/11/2018) petang tadi.

Diari menyebutkan bahwa pelajar SMA ini merupakan kurir narkoba di Kota Makassar. Sehingga, anggota langsung melakukan pengembangan kasus untuk mencari pemilik sabu tersebut. Hasilnya, pemilik sabu atas nama Arianto Malik Serang diringkus di rumahnya di Jalan DR Ratulangi, Kota Makassar.

"Di rumahnya Arianto Malik Serang kita menemukan sabu sebanyak 19 paket sabu beserta alat isap dan sachet kosong," tambahnya.

"Tak hanya diberikan upah sejumlah uang, MR juga dicekoki sabu-sabu oleh Arianto. Sehingga, MR pun terpaksa mengikuti segala perintah dari pelaku Arianto," tambahnya lagi.

kk

Dengan terungkapnya kasus ini, Diari menegaskan, akan tetap terus berantas peredaran narkotika dikalangan anak-anak usia dini.

"Kita akan terus mengalih dan tentunya akan terus memberantas peredaran narkotika. Apalagi dikalangan anak usia dini. Serang ini memanfaatkan anak anak untuk membawa sabu itu. Namun, sasarannya saat ini bukan kalangan pelajar," tegasnya.

Diari menjelaskan, untuk Arianto Malik Serang akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan atau hukum mati. Sedangkan untuk MR masih menunggu hasil gelar perkara untuk menentukan apakah masuk dalam UU Perlindungan Anak atau tidak.

  • Lodi Aprianto


loading...