Skip to main content

Pekan Depan, Sidang Kasus Jagung Bersubsidi Masuk Agenda Tuntutan

jpu
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cahyo. (KABAR.NEWS/Hendriono)

 

KABAR.NEWS, Soppeng - Sidang kasus penjualan bibit jagung bersubsidi milik pemerintah terus bergulir di Pengadilan Negeri Soppeng. Ibrahim, terdakwa dalam kasus ini sudah 4 kali mengikuti sidang yang digelar PN Soppeng.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cahyo, kepada KABAR.NEWS mengatakan, rencananya, agenda sidang berikutnya bakal digelar pekan depan. "Karena ketua majelisnya sedang cuti," ujar Cahyo saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/7/2018).

 

Cahyo menyebut, kasus yang disidangkan terhadap terdakwa Ibrahim merupakan pidana umum, bukan tipikor. Di mana, dalam sidang tersebut, terdakwa Ibrahim mengakui sudah beberapa kali melakukan penjualan bibit jagung bersubsidi tersebut. Bahkan terdakwa mengaku tahu jika barang tersebut tak boleh di perjual belikan.

 

Selain itu, lanjut Cahyo, terdakwa mengaku barang tersebut diperoleh dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Di mana, bibit jagung bersubsidi tersebut sebelumnya sudah sempat dibagikan ke kelompok tani di Kendari. Namun mereka tak ingin menanam bibit itu, sehingga dijual kembali ke pengepul.

 

"Pengepul inilah yang mengantarkan langsung bibit itu. Jadi terdakwa dalam persidangan mengakui kesalahannya. Jadi sidang yang digelar pekan depan merupakan agenda tuntutan. Dan dalam kasus ini, terdakwa dikenakan Undang-undang Perdagangan nomor 7, tahun 2014 dengan ancaman pidana 5 tahun maksimal," ujarnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Ibrahim yang merupakan warga Salaonro, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng ini, ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi setelah ditemukan 700 kilogram bibit jagung bersubsidi di gudang miliknya pada November 2017 lalu.

 

  • Henriono