Skip to main content

Pejabatnya Terjaring OTT, Ini Tanggapan Gubernur Syahrul YL

OTT Pejabat pemprov
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo didampingi sejumlah pejabat Pemprov Sulsel. (DOK/KABAR.NEWS)

KABAR.NEWS, Makassar - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku sudah mendengar informasi terkait terjaringnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selata, Nur Asikin. 

Kendati demikian, SYL akronim Syahrul Yasin Limpo yang sedang dalam perjalanan menuju Makassar dari Toraja tersebut menyatakan masih akan mengecek kebenarannya.

"Logikanya tidak ada proyek disana dengan nilai yang sangat tinggi. Yang ada hanya pemeliharaan. Itupun nilainya kalau penunjukan langsung di bawah Rp200 juta," terang Syahrul YL, Kamis (28/12/2017).

Terkait uang yang disita dalam OTT, tambahnya, tidak boleh langsung disimpulkan jika dana tersebut merupakan hasil tindak penyelewengan. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menilai, bisa saja dana  tersebut baru akan disetorkan ke kas negara. 

"Atau ada bagian di dalamnya yang masih akan digunakan untuk membayar honor atau gaji pegawai. Secara aturan pun, penyetoran dana ke kas negara diberi batas hingga 29 Desember," bebernya.

Lebih jauh, SYL mengaku tetap akan mengecek kebenarannya. Dan jika memang terbukti terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan, SYL akan serahkan ke aparat hukum untuk memproses lebih lanjut.

Diketahui sebelumnya, Kepala UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selata, Nur Asikin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) ang dilakukan oleh Subdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani dan Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Yudiawan saat melakukan press release di Mako Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar.

Subdit 3 Tipikor melakukan OTT dan berhasil menemukan barang bukti berupa uang sebesar Rp 350.000.000 di ruangan kepala UPTD dan di ruangan staf sebesar Rp 83.600.000. Totalnya, Rp433 juta lebih yang diamankan.

  • Miftahul khaeriyah