Skip to main content

Pejabat Pemkot Makassar Diminta Siaga Banjir

Pejabat Pemkot Makassar Diminta Siaga Banjir
Warga mengungsi menggunakan perahu karet saat wilayah kelurahan Antang, Kota Makassar, dilanda banjir pada tahun 2018. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - BMKG Wilayah IV Makassar telah memprediksi musim hujan akan mengguyur Kota Makassar hingga November Dekaden II. Potensi banjir saat musim hujan diprediksi melanda Kota Makassar.


Hal ini dikhawatirkan oleh Pemkot Makassar, sehingga Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menginstruksikan seluruh jajarannya tanggap banjir memasuki musim hujan.


"Saya instruksikan camat, lurah, pimpinan OPD agar mewaspadai potensi terjadinya banjir saat memasuki musim hujan," ujar Iqbal Suhaeb, di CCC, Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, Jumat (8/11/2019).


"Lurah dan camat membuka Posko tanggap banjir di wilayahnya masing – masing yang siaga 24 jam. Puskesmas di wilayah rawan banjir agar siaga 24 jam, di bawah kordinasi kepala Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi warga yang terserang penyakit akibat cuaca dingin di musim hujan,” tambah Iqbal.


Kekhawatiran Makassar akan banjir saat musim hujan masih terjadi. Apalagi, jika melihat sistem drainase dalam kota yang tidak saling terkoneksi satu dengan lainnya atau memiliki patahan yang tidak semuanya bermuara ke laut atau sungai, sehingga jika turun hujan dengan curah yang relatif tinggi ditambah waktu yang panjang, maka akan sangat berpotensi mengakibatkan banjir.


Karena itu, Iqbal juga menginstruksikan lurah dan camat agar memaksimalkan kerja bakti di lingkungannya masing – masing, utamanya membersihkan saluran air dan drainase serta kanal agar tidak tersumbat saat musim hujan tiba.


"Minimal saluran air yang ada di depan rumah atau bangunan usaha dan perkantoran serta fasilitas publik agar rutin dibersihkan. Jika membutuhkan bantuan Satgas drainase berkordinasilah dengan Dinas Pekerjaan Umum," ucapnya.


Iqbal mengingatkan bahwa setiap OPD, dan Perusda dapat mengambil peran dalam mengantisipasi terjadinya banjir. Beberapa OPD maupun Perusda yang akan bersentuhan langsung dengan penanganan banjir dan dampaknya agar selalu siaga.


"Saya instruksikan Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, camat, lurah, Dinas Sosial, PDAM, dan Satpol PP agar siaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir,” tegasnya.


Fitria Nugrah Madani/CP/B

 

loading...