Skip to main content

Peduli Anak, PPA dan LPI Bawa Ilmu Hingga ke Pelosok Sulsel

PPA
Relawan Lintas Pelosok Ilmu dan Pemuda Peduli Anak berswafoto bersama anak-anak di di Dusun Baru, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu, 17 November 2019.(ist)


KABAR.NEWS, MAROS - Masalah kesetaraan, akses, dan kualitas masih jadi momok utama dalam dunia pendidikan Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Tak semua anak mendapatkan pendidikan yang mumpuni, terutama bagi mereka yang hidup di daerah tertinggal dan pelosok.


Hal itulah kemudian menjadi keresahan sebagaian pemuda yang peduli akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak yang ada di daerah yang kesulitan akses. Tak harus menunggu peran pemerintah. Jika ada kesempatan, kenapa tidak.


Itulah yang dilakukan sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas Pemuda Peduli Anak (PPA) bersama Komunitas Lintas Pelosok Ilmu (LPI). Dua komunitas ini melakukan aksi sosial di Dusun Baru, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu, 17 November 2019.


Sekitar 20 relawan Lintas Pelosok Ilmu bersama Pemuda Peduli Anak menyambangi anak-anak yang ada di desa tersebut untuk memberikan edukasi. Termasuk mengedukasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan. 


Tak hanya memberikan ilmu pendidikan dan edukasi lingkungan, PPA dan LPI juga membawa alat tulis menulis yang diberikan kepada anak-anak di sekitar desa tersebut.

 

“Alasan kami memberikan materi mengenai kebersihan lingkungan, untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan, baik kepada diri sendiri maupun lingkungan umum,” ucap Ketua Lintas Pelosok Ilmu, Anjas, kepada Kabar.News, Selasa (19/11/2019).

 

Sementara, Ketua Pemuda Peduli Anak, Arqam, mengungkapkan, keterbatasan informasi dan akses pendidikan, membuat anak-anak di daerah terpencil tersebut urung bermimpi. Cita-cita mereka terbatas dan tak jauh dari sekadar meneruskan usaha orang tuanya yang keebanyakan petani.


"Fenomena cita-cita itu berbeda dengan anak-anak yang mendapatkan pendidikan di kota-kota besar. Mimpi anak-anak di kota besar jauh lebih variatif. Untuk itu kami ingin membuka wawasan anak-anak yang ada di pelosok, bahwa mereka juga bisa meraih cita-cita yang sesuai dengan keinginan mereka," imbuh Arqam selaku Ketua PPA.


Kegiatan tersebut ditutup dengan mengajak anak-anak melihat keindahan air terjun di sekitar desa tersebut.(*)

 

loading...