Skip to main content

Pecahkan Rekor, Tik Tok Didenda Rp80 Miliar karena Langgar Privasi Anak

Pecahkan Rekor, TikTok Didenda Rp80 Miliar Karena Langgar Privasi Anak
Ilustrasi TikTok. (The Verge/Getty Images)

KABAR.NEWS, AS - Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat (AS), pada Rabu (27/2/2019) resmi menjatuhkan sanksi kepada jejaring sosial video Tik Tok, karena terbukti secara ilegal mengumpulkan informasi pribadi dari anak-anak.


Baca juga: Segera Tersedia, Begini Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Fold Lipat

FTC memberi sanksi berupa denda 5,7 juta dollar AS atau dalam kurs rupiah setara 80 miliar kepada Tik Tok. Dilansir dari laman FTC, Ini adalah hukuman perdata terbesar yang pernah diberikan dalam kasus privasi anak-anak.


Perusahaan yang dulu bernama Musical.ly itu dianggap melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-anak (COPPA), yang mengharuskan situs web dan layanan online yang diarahkan kepada anak-anak memperoleh izin orang tua sebelum mengumpulkan informasi pribadi dari anak-anak di bawah usia 13 tahun.


"Operator Musical.ly — sekarang dikenal sebagai Tik Tok — tahu banyak anak menggunakan aplikasi ini tetapi mereka masih gagal meminta izin orang tua sebelum mengumpulkan nama, alamat email, dan informasi pribadi lainnya dari pengguna di bawah usia 13 tahun," kata Ketua FTC, Joe Simons, dalam keterangan resminya, dikutip KABAR.NEWS, Kamis (28/2/2019).


"Hukuman rekor ini harus menjadi pengingat bagi semua layanan online dan situs web yang menargetkan anak-anak: Kami menangani penegakan COPPA dengan sangat serius, dan kami tidak akan mentolerir perusahaan yang terang-terangan mengabaikan hukum." tegas FTC.



Aplikasi Tik Tok memungkinkan pengguna untuk membuat video pendek sinkronisasi dengan musik dan berbagi video tersebut dengan pengguna lain.

 

Untuk mendaftar di aplikasi ini, setiappengguna harus memasukkan alamat email, nomor telepon, nama pengguna, nama depan dan belakang, biografi singkat, dan gambar profil. 


Selain harus membayar denda, FTC juga mengharuskan aplikasi yang dikembangkan oleh Beijing ByteDance Technology itu untuk mematuhi COPPA ke depan dan membuat offline semua video yang dibuat oleh anak-anak di bawah usia 13 tahun.


Baca juga: Bobol ATM Bank Cina dan Menarik Uang Jutaan Dollar, Pria Ini Justru Dimaafkan

Menurut data The Verge, Tik Tok memiliki lebih dari 500 juta pengguna di seluruh dunia, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. 

 

loading...