PD Terminal Tak Setuju Kemenhub Ambil Alih Terminal Daya

Arsony menilai Terminal Daya tidak layak untuk dijadikan terminal tipe A.

PD Terminal Tak Setuju Kemenhub Ambil Alih Terminal Daya
Dirut PD Terminal Makassar Metro, Arsony. (Foto: KABAR.NEWS/Fitria Nugrah Madani)






KABAR.NEWS, Makassar - Perusahaan Daerah (PD) Terminal Makassar Metro kembali mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar agar aset Terminal Daya tak diserahkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Direktur Utama PD Terminal Makassar Metro, Arsony mangatakan tidak ada regulasi menyebutkan Terminal Daya bisa diambil alih. 

"Pengelolaan kementerian, dia memang berhak mengelolah. Tapi setahu saya tidak ada poin dalam Undang Undang itu untuk mengambil alih. Jadi kepengelolaan terminal TPA itu memang hak mereka, saya berpikir bahwa sekiranya aset ini diserahkan itu otomatis akan dikelola gitu," ucapnya di Kantor Terminal Daya, Selasa (23/2/2021). 

Arsony menyebutkan bahwa aset Terminal Daya berpotensi untuk sejumlah pembangunan membutuhkan lahan. Dengan begitu, untuk memperbaiki Terminal Daya dengan sejumlah prasarana juga bisa dilakukan Kemenhub tanpa penyerahan aset tersebut. 

Jika Pemkot Makassar punya plan untuk pembangunan, tentu sangat membutuhkan juga lahan. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa terminal Daya tak strategis untuk dijadikan sebagai Terminal dengan kualifikasi Tipe A. 

"Mengingat juga, kalau ini diambil alih untuk standar kualifikasi tipe A, Terminal Daya ini tidak berada dalam posisi strategis. Dulu kan proyeksi terminal Tipe A itu kan berada di penghujung kota, ini tidak," paparnya

Olehnya itu, menurut Arsony tak relevan jika Terminal Daya diambil alih jika hanya untuk dijadikan Terminal Tipe A. Hal ini juga kata Arsony bisa menyulitkan dalam penegakan regulasi. 

"Karena di Daya itu sudah ada jalur yang sudah mentaktisi. Kalau saya, ini tidak relevan jika diambil ahli sama kementrian. Jadi siapapun pengelolahnya , baik Perusda maupun Kementerian, siapa saja, kalau posisinya sudah tidak startegis, itu akan sangat menyulitkan dalam penegakan regulasi," tuturnya

Pihaknya juga menyarankan Kemenhub jika menargetkan pembuatan terminal tipe A, sebaiknya membuat terminal baru agar lebih relevan dengan posisi yang lebih strategis. 

"Jadi saya pikir Pemerintah Kota harus berpikir dua kali dalam menyerahkan aset ini. Pihak Kementrian lebih baik bikin terminal baru yang lebih relevan, lebih strategis," pungkasnya

Penulis: Fitria Nugrah Madani/B