Paus Fransiskus Desak Militer Myanmar Bebaskan Suu Kyi

Minta pemimpin dunia fokus atasi pandemi

Paus Fransiskus Desak Militer Myanmar Bebaskan Suu Kyi
Paus Fransiskus. (Foto: Vatikan Media)






KABAR.NEWS, Vatikan - Paus Fransiskus mendesak pemimpon militer Myanmar untuk membebaskan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan sejumlah tahanan politik pasca kudeta pekan lalu.


Dalam pidato kenegaraan tahunannya yang dilansir Reuters, Senin (8/2/2021) Paus mendesak militer Myanmar kembali ke jalur demokrasi. Permintaan Paus disampaikan hari ketiga demo besar-besaran di Myanmar menentang kudeta.


Pemimpin Gereja Katolik berusia 84 tahun itu menggambarkan orang-orang Myanmar sebagai sosok yang penuh kasih sayang. Dia merasa dekat dengan negara ini karena pernah berkunjung pada 2017.


"Jalan menuju demokrasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir secara kasar terganggu oleh kudeta minggu lalu,” kata Paus di hadapan para diplomat.


“Hal ini telah menyebabkan pemenjaraan para pemimpin politik yang berbeda, yang saya harap akan segera dibebaskan sebagai tanda dorongan untuk dialog yang tulus yang bertujuan untuk kebaikan negara,” katanya.


Selain itu, Paus Fransiskus meminta pemimpin dunia termasuk Myanmar untuk fokus menangani krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan memastikan distribusi vaksin dibagikan secara merata.


Dalam kesempatan ini, Paus mengungkapkan pada bulan depan bakal melanjutkan perjalanan internasionalnya dengan berkunjung empat hari ke Irak. Di negara ini, Paus dijadwalkan bertemu ulama Muslim Syiah terkemuka, Ayatollah Ali Agung. al-Sistani.