Patah Kaki, Korban Gempa Mamuju Dirawat di KRI dr. Soeharso

Ibu-ibu berusia 40 tahun

Patah Kaki, Korban Gempa Mamuju Dirawat di KRI dr. Soeharso
Dokter dari TNI AL memeriksa korban gempa sebelum dirujuk ke KRI dr. Soeharso di Mamuju, Sulbar, Selasa (19/1/2021). (KABAR.NEWS/Darsil)

KABAR.NEWS, Mamuju - Seorang pengungsi korban gempa Sulbar bernama Halijah (40) harus mendapatkan perawatan intensif oleh Tim Kesehatan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mamuju.


Pengunsi asal Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju tersebut dievakuasi ke Lanal Mamuju akibat luka patah kaki yang yang ia alami semakin parah.


"Untuk pasien yang baru saja kita rujuk ke Kapal rumah sakit (KRI dr. Soeharso) ada seorang Ibu usia 40 tahun dengan korban gempa tertimpa tembok pada kaki kanan," kata Kordinator Posko Kesehatan Lanal Mamuju, Letda Laut (K) dokter Feddy Manurung kepada KABAR.NEWS saat ditemui di lokasi, Selasa 
(19/1/2021).


Feddy menjelaskan, korban dibawa dari posko pengungsian menuju ke Lanal Mamuju setelah dilakukan pemeriksaan korban, didapati  ada yang patah di tulang kaki kanannya. 


"Untuk memastikannya kita memerlukan rontgen atau X-ray yang dimana kita lakukan di kapal rumah sakit," ucapnya. 


Selian itu, Feddy mengungkapkan bahwa sebelum korban mendapatkan perawatan, Tim Kesehatan Lanal Mamuju terlebih dahulu melakukan screening terhadap korban. Termasuk melakukan tes antigen Covid-19.


"Di posko ini kita lakukan screening kemudian kita swab antigen hasilnya negatif, kita rujak ke kapal rumah sakit untuk dilakukan rontgen kemudian tindakan lebih lanjut lagi," tuturnya.


Adapun data korban yang telah melakukan perawatan di Posko Kesehatan Lanal Mamuju ada sekitar 40 orang dan yang telah dirujuk ke Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso sebanyak 2 orang pasien.


Diketahui Posko kesehatan Lanal Mamuju dibangun untuk memeriksa dan menampung pasien korban gempa yang ingin berobat. Serta Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso Kapal AU yang difungsikan sebagai kapal rumah sakit. Fasilitas Kapal Rumah Sakit itu ada Dokter Ortopedi, Dokter Anastesi  dan Dokter Umum.


Fungsi Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso ini juga untuk menampung rujukan-rujukan yang membutuhkan pelayanan pembedahan. Dalam satu harinya Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso bisa digunakan untuk 5 sampai 6 pasien operasi.


Penulis: Darsil Yahya/A