Skip to main content

Paspor Rampung, 7.272 CJH asal Sulsel Batal Naik Haji

Paspor Rampung, 7.272 CJH asal Sulsel Batal Naik Haji
Aktivitas ibadah umat muslim di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. (KABAR.NEWS/HO)

KABAR.NEWS,Makassar - Kementerian Agama RI memutuskan untuk tidak memberangkatan jemaah haji tahun ini karena pandemi Covid-19. Akibatnya sebanyak 7.272 calon jemaah haji (CJH) di Provinsi Sulawesi Selatan batal berangkat.

 

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Sulsel, Kaswad Sartono, mengatakan, untuk kouta haji Indonesia tercatat sebanyak 221.000 dan khusus di Sulsel 7.227 orang. Semuanya dibatalkan baik jemaah reguler maupun khusus, begitupun dengan petugas haji.


"Tahun ini tidak memberangkatkan seluruh jemaah haji. Baik haji reguler, khusus, maupun haji furoda. Kuota haji Sulsel tahun ini sebanyak 7.272," kata Kaswad Sartono di Makassar, Selasa (2/6/2020) kemarin.


Menurut Kaswad, dari ribuan CJH asal Sulsel itu sebenarnya 97 persen di antaranya sudah melunasi biaya haji. Pihaknya pun sudah mempersiapkan segalanya untuk keberangkatan CJH. Mulai dari paspor sudah rampung, tinggal menunggu visa, tapi belakangan ada pembatalan.


"Hampir seluruh persiapan sudah, paspor sudah, tinggal tunggu visa. Buku manasik juga sudah datang dari Jakarta," ujar dia.


Terkait dengan pelunasan ini, lanjut Kaswad, ada kebijakan nanti diambil apabila dibutuhkan. Nanti ada secara teknis diatur, kemudian bagi seluruh petugas akan diusulkan kembali, artinya, itu akan diambil kebijakan.


"Apabila ada jamaah haji sudah pelunasan, maka akan dikembalikan. Dan tentu tidak ditarik semua uang tabungannya itu, tapi pelunasannya, karena kalau itu ditarik semua maka yang bersangkutan keluar dari list. Biaya haji tahun ini Rp39 jutaan," ungkap dia.


Selain itu, ia juga menjelaskan jika ribuan calon haji itu berasal dari 24 kabupaten/kota. Kota Makassar memiliki pemilik kuota calon haji terbanyak yakni 1.127 orang. Diikuti Kabupaten Gowa sebanyak 597 orang dan Kabupaten Bulukumba 403 orang.


Sedangkan daerah paling sedikit mendapatkan kuota haji tahun ini yakni Kabupaten Toraja Utara, 20 orang. Lalu Tana Toraja 34 orang, dan Kota Palopo berjumlah 107 orang.


"Calon haji tahun ini akan berangkat pada 1442 Hijriah atau 2021," jelasnya.

 

Kendati seluruh persiapan haji hampir rampung, Kaswad mengatakan pembatalan keberangkatan haji untuk keselamatan para jemaah. "Menyelamatkan jiwa manusia itu adalah yang terpenting," tandasnya.


Penulis: Darsil Yahya/B

 

Flower

 

loading...