Skip to main content

Pasar Apple di India Kian Lemah, Alasannya Karena Bea Mahal

Apple
Ilustrasi. (Int)

KABAR.NEWS - Kebijakan pemerintah India yang memasang biaya tinggi untuk bea masuk impor membuat Apple hampir kehilangan pasar di negara tersebut.

Terkait kebijakan tersebut, pakar industri mengatakan biaya impor yang tinggi akan mengakibatkan ponsel impor yang dijual di negara itu lebih mahal dibandingkan di negara lain.

Pakar industri mengatakan bahwa Apple di India masih mengimpor sekitar 70-80 persen dari ponsel yang dijualnya itu. Pasalnya Apple sendiri enggan untuk memproduksi ponsel secara lokal di India. Padahal pelaku ponsel pintar lain seperti Samsung, Oppo hingga Xiaomi rela berinvestasi jutaan dolar untuk membangun pabrik di daerah Bengaluru dan pusat teknologi Delhi Noida.

"Apple tidak memiliki kepercayaan yang cukup terhadap sistem manufaktur India sekarang, untuk mendirikan pabrik dan memindahkan beberapa manufaktur dari China," kata analis Navkendar Singh dari perusahaan konsultan teknologi IDC dilansir CNNIndonesia.com

Perdana Menteri India Narendra Modi menerapkan bea masuk yang tinggi ini terhadap impor cipset canggih hingga casing ponsel.

Para pembeli di India juga mulai ragu untuk membeli ponsel iPhone karena harganya yang luar biasa mahal. Harga ponsel-ponsel ini bisa dua hingga tiga kali lebih mahal dari harga ponsel pesaingnya. Bahkan harga tersebut bisa dipakai untuk membeli laptop gaming paling murah. 

Neil Shah, analis dari Counterpoint menyebu bahwa masalah harga ini akan mengurangi 10 persen basis pengguna Apple di India menjadi 9 juta pengguna tahun ini. Sangat kecil jika dibandingkan dengan perkiraan 436 juta pengguna Android di negara itu. 

"Jika basis pengguna Anda menurun, Anda kehilangan pasar. Basis pelanggan baru tidak akan datang," ujar Shah



loading...