Skip to main content

Pasangan yang Rayakan Valentine Rentan Berpisah, Ini Penyebabnya

Valentine Day
Ilustrasi.


KABAR.NEWS - Tanggal 14 Februari diperingati remaja dan pemuda sebagai Hari Kasih Sayang atau Valentine Day. Momen Valentine Day menjadi momen setiap pasangan untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada pasangannya. 


Meski demikian, berdasarkan survei yang dilakukan David McCandless dan Lee Byron menyebutkan perayaan Valentine Day bisa membuat pasangan kekasih rentang berpisah. 


Baca Juga:


Data tersebut mereka dapatkan dari 10 ribu status yang diperbarui dengan kata 'break up'atau 'broken up' di mana menunjukkan banyak pasangan mulai putus hubungan sepekan jelang tanggal 14 Februari hingga sepekan setelahnya. Dilansir Your Tango, ada tiga sebab rentannya hubungan bagi yang merayakan Valentine Day: 


1. Tekanan harapan

Valentine identik dengan hari untuk memberikan sesuatu yang menggambarkan cinta. Biasanya hadiah yang diberikan setara dengan besarnya cinta. Banyak pasangan mengharapkan lebih baik itu soal barang hingga perhatian. Jika tak sesuai ekspektasi, tentu kekecewaan itu sangat rentan memicu perpisahan.

2. Perbandingan dalam media sosial

Bukan rahasia lagi, media sosial menjadi tempat orang untuk membagikan semua pengalaman mereka dari makan, hadiah, tempat berlibur, hingga keintiman hubungan. Sayangnya, hal ini terkadang berlebihan dan tak nyata dibanding apa yang terjadi sehari-hari. Mereka gagal menunjukkan luka, patah hati, gagal, padahal kehidupan juga ada bagian itu. 


Penelitian yang dilakukan psikolog Dr. Marian Morry dan Tamara Sucharyna yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behaviour, menemukan bahwa pasangan yang membandingkan kehidupan dan hubungan dengan apa yang mereka lihat dari media sosial, sangat rentan memicu depresi, merasa tidak terpenuhi, dan mengharap pasangan menghidupkan keinginan mereka. Hal ini tentu akan merusak hubungan dan memicu perpisahan. 


3. Hubungan sudah dalam krisis


Sudah mengalami masalah sebelum Hari Valentine ditambah besarnya harapan di hari yang identik dengan cokelat dan warna merah muda itu membuat pasangan akhirnya memilih untuk berpisah.


Menurut studi yang dilakukan pada pasangan pengantin baru oleh psikolog dan peneliti Dr. John Gottman, ketika pasangan tidak konsisten secara emosional untuk hubungan, kemungkinan hal tersebut menekan dalam hubungan (seperti kecewa di Hari Valentine) akan memicu pertengkaran besar yang semakin dramatis.
 

 

loading...