Partisipasi Pemilih di Makassar Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Hal ini disebut KPU Kota Makassar melampaui target yang diharapkan

Partisipasi Pemilih di Makassar Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19
Warga Kota Makassar saat menyalurkan hak pilihnya di tengah pandemi Covid-19 (Kabarnews/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, MAKASSAR-- Tingkat partisipasi pemilih di Kota Makassar mengalami kenaikan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini disebut KPU Kota Makassar melampaui target yang diharapkan.

Sebelumnya dikhawatirkan partisipasi pemilih akan jauh di bawah target, sebab penyebaran Covid-19 yang masih tinggi akan membuat orang takut ke TPS. Namun Ketua KPU Kota Makassar, Farid Wajdi menyebut bahwa tingkat partisipasi pemilih di Makassar justru mengalami kenaikan.

Ia menyebutkan, sebanyak 0,7 persen kenaikan hak pilih warga kota Makassar yang telah digunakan pada 9 Desember lalu. 

"Partisipasi pemilih sejauh ini kalau kita bandingkan dengan pilkada sebelumnya kita naik sekitar 0,7 persen, ada kenaikan. Ini melampaui target kita, karena proyeksi banyak orang di situasi pandemi partisipasi agak anjlok.Ternyata konfirmasi kita berbeda, " ucap Farid di Hotel Harper Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (15/12/2020). 

Ketimbang pada Pilwali 2018 silam, Farid mengatakan partisipan pilkada di Kota Makassar ini menjadi kesyukuran pihaknya sebab kesadaran partisipasi hak pilih terus dilakukan warga Kota Makassar. 

hasil perhitungan suara, ternyata partisipasi kita 59,6 persen. Ada kenaikan dibandingkan dengan Pilkada terakhir 2018, 58,9 persen. Kita bergerak sekitar 0,7 persen ini luar biasa," paparnya

Ia juga menyebutkan sebanyak 573.585 warga yang telah menyalurkan hak pilihnya pada Pilwali kali ini. Menurut dia, total pengguna suara tersebut merupakan progres kesadaran demokrasi di kota Makassar. 

Alhamdulillah kami merasakan secara langsung bahwa data partisipasi itu ternyata ada progres. warga kota datang ke TPS menggunakan hak pilih dan sejauh ini lebih dari 573 ribu orang datang ke TPS," jelasnya

Padahal sebelumnya, KPU kota Makassar kata ia telah memproyeksikan partisipasi pemilih akan turun di tengah situasi pandemi. Meski pihaknya juga telah menargetkan partisipasi hak pilih tanpa Covid bahkan di atas 77,5 persen. 

Meski terkendala cuaca dan covid, pihaknya tak menyangka hasil rekap suara bahwa partisipasi publik meningkat. 

"77,5 persen itu lah partisipasi yang ditarget sebelum data covid. Itu tidak relevan ketika kita jadikan itu standar yang sama di situsi pandemi. Yang pasti di situ pandemi proyeksi kita akan turun. ternyata situasi berubah, ketika hari perhitungan suara, walaupun ada hujan di pagi hari, ternyata partisipasi kita bisa naik," tandasnya.

Penulis : Fitria Nugrah Madani/B